PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Senator Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang berkesempatan bertemu secara virtual dengan Tenaga Kontrak (Tekon) di instansi Pemerintah Provinsi Kalteng yang dinonaktifkan. Ada sekitar 60 Tekon yang hadir dalam zoom meeting, dan menyampaikan keluh kesahnya pasca-mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN).
Teras menjelaskan, hasil pertemuan dengan para Tekon ada satu poin utama. Tekon meminta adanya transparansi dari Pemprov atas pelaksanaan seleksi PPNPN. Ada 2 hal secara umum yang meminta dilakukan transparansi dalam proses pelaksanaan seleksi PPNPN itu.
Pertama, kata Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini, hasil seleksi PPNPN itu kiranya dapat disampaikan secara terbuka, dalam hal ini dibuatkan pengumuman yang dapat dilihat oleh semua Tekon, guna memastikan siapa saja yang lulus. Kedua, berkenaan dengan penilaian Tekon yang dinyatakan lulus.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Perwakilan (Dapil) Kalteng ini setuju, pengumuman dapat dilakukan secara terbuka. Ini sebagai bentuk transparansi dan keadilan bagi peserta seleksi. Juga yang tidak kalah penting adalah nilai bagi para peserta yang lulus untuk dapat dicantumkan secara jelas. Kembali, ini adalah bukti nyata dari pelaksanaan seleksi PPNPN itu sendiri.
“Beberapa Tekon mempertanyakan metode penilaian yang dilakukan dalam seleksi PPNPN itu. Saya setuju, seleksi dilakukan dengan menggunakan passing grade atau ambang batas. Apabila memang ada ambang batas, maka akan diketahui siapa saja yang memang memenuhi syarat kelulusan. Artinya, semua peserta yang mengikuti seleksi, hasil penilaian seleksinya dapat ditampilkan secara utuh,” kata Teras, di hadapan para Tekon, Selasa (30/8).
Menariknya, lanjut Teras, pengumuman hasil seleksi ada yang diumumkan secara terbuka, namun ada pula yang disampaikan secara personal, bahkan ada sejumlah instansi yang belum mengumumkan hasil seleksi PPNPN. Sebab itu, Pemerintah Kalteng diminta dapat secara terbuka menyampaikan hasil seleksi PPNPN, bersama dengan nilai seleksinya.
Teras melanjutkan, ada juga beberapa hal yang disampaikan berkenaan nilai. Tes awal adalah menggunakan sistem computer assisted test (CAT), di mana akan langsung ditampilkan hasil dari CAT tersebut. Penilaian lain dipersoalkan adalah wawancara. Berdasarkan penjelasan para peserta tekon, sekali wawancara diikuti oleh 10 peserta. Pertanyaan yang diajukan untuk 10 peserta itu sama.
Hanya saja, tambah Teras, berdasarkan keterangan dari peserta PPNPN ada peserta yang mendapatkan nilai 100 dari hasil wawancara tersebut. Sementara penilaian terakhir adalah penilaian kinerja, yang penilaiannya dilakukan oleh pimpinan kantor setempat. Mencegah berbagai dugaan, akan lebih baik apabila dilakukan pengumuman secara terbuka. ded











