PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Wakil Ketua DPRD Kalteng Abdul Razak makin ramai diperbincangkan sebagai salah satu calon kuat Gubernur Kalteng periode 2024-2029. Sejumlah dukungan terus mengalir kepada senior Partai Golongan Karya (Golkar) ini. Bahkan, beredar kabar warga Muhammadiyah juga memberikan dukungan kepada tokoh Kalteng ini.
Ketika dikonfirmasi, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Kalteng H Ahmad Syar’i menegaskan, Muhammadiyah Kalteng tidak dibenarkan atau tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Apabila terdapat dukungan itu bersifat pribadi atau individu, bukan atas nama Muhammadiyah. PW Muhammadiyah tidak akan memberikan dukungan kepada siapa pun berkenaan dengan masalah politik.
“Muhammadiyah tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Misalnya pernyataan dan sikap dukung mendukung kepada calon presiden, kepala daerah dan sejenisnya. Tetapi secara pribadi, pengurus dan anggota Muhammadiyah boleh mendukung kepada siapa pun, yang menurut pertimbangannya layak untuk didukung,” kata Syar’i, saat diminta tanggapan kebenaran adanya dukungan PW Muhammadiyah kepada Abdul Razak untuk maju dalam Pilgub Kalteng, Senin (12/9/2022).
Syar’i menyampaikan, sekali lagi Muhammadiyah secara kelembagaan tidak dibenarkan terlibat dalam politik praktis. Jadi, tidak ada mekanisme yang akan ditempuh Muhammadiyah untuk memberikan dukungan. Yang boleh memberikan dukungan hanyalah pribadi-pribadi, bukan atas nama lembaga.
Berbicara sosok Abdul Razak, jelas Syar’i, sampai saat ini, sepengetahuannya, belum ada pernyataan resmi Abdul Razak mencalonkan atau dicalonkan sebagai Gubernur Kalteng 2024 (2025)-2029 (2030), sehingga belum ada dukung-mendukung.
Namun, Syar’i mengakui, sosok Abdul Razak seorang tokoh yang sudah maral melintang dan sangat berpengalaman di bidang politik, sangat dikenal masyarakat, sehingga cukup potensial dan banyak disebut-sebut sebagai calon Gubernur Kalteng mendatang. ded











