SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mendorong dewan pengurus
Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kotim, dapat mengupayakan agar kesejahteraan anggota korpri dapat meningkat.
Ia menilai selama ini organisasi Korpri gaungnya masih kurang terdengar, sehingga permasalahan-permasalahan yang dialami oleh anggota Korpri tidak terlalu tersorot. Padahal menurutnya, permasalahan yang ada pada anggota Korpri juga cukup kompleks, diantaranya masalah peningkatan gaji.
“Saya amati tidak hanya di tingkat Kabupaten, namun juga di provinsi dan pusat. Padahal anggota korpri ini sangat besar dan juga sangat berpengaruh,” ujarnya, Selasa (13/9/2022).
Khusus untuk peningkatan gaji pokok, menurut Halikinnor, sampai saat ini belum mengalami kenaikan. Padahal, ujarnya, untuk inflasi berapa kali terjadi kenaikan. Untuk itu ia berharap, para anggota Korpri jika ada kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Korpri di Pusat hendaknya dapat menyampaikan ide-ide dan usulan untuk memperjuangkan nasib korpri.
Selain itu, untuk menambah pendapatan anggota Korpri dirinya juga menyarankan agar pengurus dan anggota korpri dapat memulai berwirausaha. Seperti dengan memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk dapat menanam tanaman holtikultura seperti tanaman cabai rawit atau tomat yang memiliki nilai jual tinggi.
“Di pelantaran itu ada tanah milik Pemda yang dapat dimanfaatkan. Tinggal dibersihkan saja kemudian ditanami dan berdayakan warga setempat yang tidak memiliki pekerjaan untuk merawatnya. Saya yakin hal itu dapat menjadi pendapatan bagi anggota Korpri di luar gaji bulanan,” sarannya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Korpri Kalteng Fahrizal Fitri menambahkan, jika dirinya mendukung usulan Bupati tersebut. Menurutnya, dengan adanya unit usaha lain yang dikembangkan oleh Korpri Kotim maka dapat memberikan pemasukan pendapatan lain bagi anggota dengan memanfaatkan peluang yang ada.
“Jika menanam cabai rawit yang harga jualnya terkadang mencapai Rp100 ribu perkilogram ini juga dapat membantu pemerintah untuk menekan inflasi yang terjadi,” terangnya. (C-May)











