RELOKASI-Salah satu faskes puskesmas yang terendam banjir di Tumbang Penyahuan Kecamatan Bukit Santuai. ISTIMEWA
SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berencana akan segera merelokasi secara bertahap fasilitas kesehatan dan sekolah yang sering terendam banjir. Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, dirinya sudah meminta Sekretaris Daerah untuk menyurati semua Camat khususnya daerah aliran sungai, yaitu daerah-daerah yang apabila saat banjir fasilitas umumnya pendidikan maupun kesehatannya terkena banjir.
“Saya minta camat berkoordinasi dengan kepala desa untuk mencari lahannya, direlokasi agar kedepan pelayanan pendidikan dan kesehatan tidak lagi terganggu,” ujarnya, Selasa (20/9/2022).
Banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kotawaringin Timur sebulan terakhir, turut merendam fasilitas umum, termasuk puskesmas, puskesmas pembantu dan sekolah. Hal itu menyebabkan pelayanan terganggu sehingga tidak optimal.
Halikinnor berharap, semua fasilitas kesehatan dan sekolah nantinya direlokasi ke lokasi yang lebih tinggi sehingga aman dari banjir. Dengan begitu pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski saat musim hujan dan terjadi banjir di bantaran sungai.
Menurut Halikinnor, relokasi fasilitas kesehatan dan pendidikan ini bukan hal mustahil karena bisa dilakukan bertahap. Untuk itu, dia memerintahkan setiap desa rawan banjir mencadangkan lahan di lokasi yang aman banjir untuk pembangunan fasilitas kesehatan dan sekolah tersebut nantinya.
Relokasi bangunan fasilitas umum ini diyakini bisa diwujudkan, bahkan saat ini dimulai yaitu pada Puskesmas Tumbang Penyahuan Kecamatan Bukit Santuai.
Halikinnor meminta pendataan fasilitas kesehatan dan sekolah langganan banjir serta pencadangan lahannya segera dilakukan. Harapannya, agar itu bisa dibuat perencanaannya dan diusulkan sehingga bisa terwujud secara bertahap di tahun-tahun mendatang. (C-May)











