SAMPIT/TABENGAN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berencana akan memberikan subsidi transportasi sebagai upaya menekan inflasi.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, penerapan subsidi transportasi sudah mulai diterapkan saat operasi pasar murah di Eks Mentaya Sampit baru-baru ini.
“Kita subsidi transportasi sehingga harga jual barang kebutuhan pokok kepada masyarakat bisa lebih murah,” ujarnya, Rabu (21/9/2022).
Halikinnor mengatakan, pemerintah daerah akan meningkatkan intervensi pasar untuk menekan laju inflasi. Caranya yaitu dengan menggelar operasi pasar maupun pasar murah.
Subsidi transportasi menjadi salah satu cara yang ditempuh pemerintah membantu meningkatkan daya beli masyarakat. Pemerintah daerah memberi subsidi terhadap transportasi atau angkutan komoditas yang dipasok ke pasaran, sehingga pedagang juga bisa menyesuaikan harga jual yang tidak terlalu tinggi.
Seperti pasokan telur ayam yang diambil dari peternakan di luar pusat kota. Biaya transportasi akan menjadi komponen yang dibebankan dalam harga jual kepada masyarakat. Namun dengan biaya transportasinya disubsidi pemerintah, maka pihak pemasok akan menetapkan harga lebih murah karena tidak membebankan komponen biaya angkutan.
“Seperti saat operasi pasar akhir Agustus lalu kita mengundang agen untuk berjualan di Sampit. Ongkos angkutnya kita subsidi sehingga harga murah. Selisihnya mencapai Rp18 ribu perkilogram dibanding harga pasar,” ujarnya.
Halikinnor sudah meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian mendata sumber pasokan semua komoditas yang dipasok dari luar daerah ke kabupaten ini.
Data itu akan menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk mempertimbangkan subsidi transportasi. Harapannya, harga jual komoditas tersebut di Sampit tidak sampai terlalu tinggi. (C-May)











