PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menjawab atlet yang mempertanyakan bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2021. Sebelumnya, atlet datang ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mempertanyakan apakah ada bonus atau tidak dan prosesnya sampai di mana.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalteng Adi Nur Fajar menyampaikan, saat ini tidak ada perintah dari pimpinan terkait dengan bonus. Tetapi, Pemprov Kalteng melalui Dispora sudah menyiapkan tali asih kepada atlet peraih medali di PON dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas).
“Intinya itu harap bersabar yang pasti Pemerintah Provinsi melalui Dispora sudah menganggarkan tali asih. Dana itu sudah proses, dana tali asih sudah diproses, karena kemarin itu masih menunggu ketuk palu yang anggaran perubahan,” kata Adi, Selasa (4/10).
Para atlet peraih medali di PON dan Peparnas diminta untuk menunggu. Anggarannya sudah ada di Dispora, namun untuk mengeluarkannya itu tidak bisa segampang yang dibayangkan. Karena ini uang negara, ada konsekuensi hukum yang harus diperhatikan, mengeluarkannya tidak mungkin tidak sesuai prosedur. Nominalnya Rp50 juta untuk peraih medali emas. Juga ada untuk peraih medali perak dan perunggu.
Sementara itu, terkait dengan dana PON yang dipertanyakan oleh atlet dayung, Adi Nur menegaskan, belum mendapatkan instruksi. Pimpinan hanya menginstruksikan untuk tali asih. Berkenaan dengan hal-hal yang di luar tali asih, Dispora tidak berani berkomentar.
“Kami memproses sebagaimana yang disampaikan oleh pimpinan. Ini dalam proses, karena anggaran perubahan baru disetujui tanggal 30 September baru ketok palu. Nanti anggaran tersebut ditransfer ke masing-masing individu. Untuk saat ini, untuk pelatih belum ada, baru untuk atlet,” imbuh Adi.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Panahan Kalteng (Perpani) Kalteng Ade Supriyadi memberikan pandangan terkait dengan bonus. Menurut Ade, apakah ada bonus PON atau hanya tali asih saja, hal inilah yang sampai sekarang menjadi pertanyaan dari para atlet.
“Penghargaan itu namanya tali asih, jadi tidak ada lagi namanya bonus, ini yang harus di-clear-kan. Hanya saja itu untuk atlet, tidak ada untuk pelatih, harusnya ada tali asih untuk pelatih juga, tidak fair kalau hanya atlet,” kata Ade.
Sementara itu, ada pemberian dari pihak-pihak lain, menurut Ade, itu bentuk apresiasi. Tetapi apa pun yang terbaik yang sudah diputuskan oleh pimpinan, apa yang akan disalurkan oleh KONI dalam hal ini ketua umum itu sebaiknya dibagi proporsional saja, tidak hanya untuk cabor tertentu, supaya masalah janji bonus ini terselesaikan. yml











