PULANG PISAU/TABENGAN.CO.ID– Tingginya intensitas hujan belakangan ini, membuat sejumlah desa di Kabupaten Pulang mengalami kebanjiran. Bahkan, banjir juga kembali merendam Jalan Trans Kalimantan, Desa Tumbang Nusa km 35 dengan ketinggian 18 cm, sepanjang 30 meter, Minggu (20/11).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulang Pisau Osa Maliki membenarkan naiknya debit air menyebabkan Jalan Trans Kalimantan, Desa Tumbang Nusa terendam banjir. Pihaknya terus memantau kondisi debit air di daerah itu, dan memasang garis pembatas di sepanjang kiri kanan jalan.
“Hari ini kita memasang pembatas di sepanjang kiri kanan bahu jalan. Untuk mengantisipasi arus lalu lintas, sehingga pengguna jalan tidak salah arah,” katanya saat dihubungi Tabengan, kemarin.
Osa menambahkan, sedikitnya ada 3 kecamatan dan 20 desa di Pulang Pisau yang terendam banjir. Ketinggian air saat ini bervariasi, dari 40 sampai 80 cm di wilayah terdalam.
Disebutkannya, wilayah terdampak banjir ada di Kecamatan Banama Tingang dengan 6 desa, yakni Desa Tangkahen, Pahawan, Hurung, Ramang, Hanua dan Tambak.
Kemudian, Kecamatan Kahayan Tengah dengan 2 desa, yaitu Desa Penda Barania dan Tanjung Sanggalang. Selanjutnya, Kecamatan Jabiren Raya mencakup 2 desa, Desa Tanjung Taruna dan Tumbang Nusa.
“Berdasarkan data yang dihimpun personel TRC BPBD, banjir yang menggenangi 10 desa itu sifatnya fluktuatif atau air pasang surut,” katanya.
Saat bersamaan, jelas Osa, Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan juga tidak mampu menampung debit air yang dikirim dari Kabupaten Gunung Mas dan Sungai Rungan.
“Banjir tersebut sudah dirasakan masyarakat sejak empat hari yang lalu, dan sudah ada yang mengungsi ke tempat kerabatnya karena rumahnya terendam,” terangnya.
Saat ini, pihaknya juga masih melakukan pemantauan kondisi debit air untuk menentukan status bencana. c-mye











