-
Hukrim

TOKOH DAYAK DUKUNG PENUH PERDAMAIAN ANTARA DAMANG MANUHING-DIREKTUR PT BMB

50
×

TOKOH DAYAK DUKUNG PENUH PERDAMAIAN ANTARA DAMANG MANUHING-DIREKTUR PT BMB

Sebarkan artikel ini
-

Teks Foto/ Perdamian Adat Perselisihan antara Damang Kecamatan Manuhing, Awal Jantriadi dan Direktur PT. BMB, Basirun Panjaitan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- “Jangan Ada Upaya Agitasi Terhadap Itikad Baik Hakat Hambai Hampahari “
Semua orang yang berakal sehat pasti mencintai perdamaian dan pasti menyambut sukacita adanya perdamaian untuk menyelesaikan masalah, tetapi anehnya , masih ada sekelompok orang yang justru mempermasalahkan suasana damai dan mencari berbagai alasan untuk mengkritisi perdamaian tersebut.
Salah seorang pengurus yang juga Ketua Biro Pertahanan dan Keamanan Adat Dewan Adat Dayak Kalteng , Ingkit Djaper, Senin (21/11/2022) mengatakan, dirinya sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi atas perdamaian antara Direktur PT BMB, Basirun Panjaitan dengan Damang Manuhing, Awal Jantriadi, bahkan keduanya bersepakat untuk menjadi saudara Hakat Hambai Hampahari.
Menyikapi suara sumbang perdamaian antara Basirun Panjaitan dan Damang Manuhing , bahkan ada pernyataan sang Damang mengalami perundungan. Ingkit menegaskan, itu hanyalah ulah segelintir orang yang tidak memahami indahnya perdamaian dan kurang memamahi filosofi orang Dayak yang cinta damai dan memiliki hati untuk mengampuni dan memaafkan.
“Orang Dayak sangat cinta damai dan memiliki hati yang suka mengampuni dan memaafkan, jadi jangan rusak filosofi orang Dayak dengan pernyataan- pernyataan yang meresahkan. Saya pikir tidak ada yang salah terkait upaya damai kedua belah pihak,” kata Ingkit. Apalagi dalam pelaksanaannya dimediasi DAD Kalteng, E.P. Romong (Perwakilan), Ketua Harian DAD Kabupaten Gunung Mas, Herbit Y. Asin, Batamad Gunung Mas, Inoni, Koordinator Damang Kabupaten Gunung Mas, Yehuda I. Emun, Kapolres Gunung Mas, Irwansah, SIK, Danramil Manuhing, Lettu CPL, Apolo Dermawan, dan pihak Kecamatan Manuhing.
Sementara itu, menyikapi suara miring terkait apa yang dilakukan DAD Kalteng , untuk memfasilitasi perdamaian antara Basirun Panjaitan , selaku direktur utama PT Berkala Maju Bersama ( PT BMB ) dan Awal Jantriadi , selaku Damang Manuhing, E.P. Romong, Ketua Biro organisasi, Kaderisasi dan keanggotaan Dewan Adat Dayak Kalimantan Tengah mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya bersama beberapa tokoh Dayak lainnya bukan untuk mengambil alih peran Damang untuk mengadili, tetapi memfasilitasi niat baik antara Damang Manuhing dan Basirun Panjaitan untuk berdamai.
“Kedua belah pihak berdamai dan bersepakat saling memaafkan atas kesalahfahaman yang terjadi. Untuk itu keduanya juga bersepEkat untuk angkat bersaudara, atau Hakat Hambai Hampahari,” kata E.P. Romong selaku pimpinan yang memfasilitasi perdamaian. Romong menambahkan , saat acara perdamaian , ada 8 damang yang hadir , dan semuanya merasa senang menyambut perdamaian, dan itu menunjukkan bahwa tidak ada masalah apapun antara DAD Kalteng dengan para Damang, sebagaimana pemberitaan yang beredar.

Menutup pernyataannya, Romong mengatakan, setelah adanya penjelasan menyeluruh perihal penyelesaian kasus tersebut, para Damang yang dipimpin Markus Tuwan setuju dan dapat memahaminya. Pada kesempatan ini, E.P. Romong juga menghimbau agar jangan sampai ada pihak pihak yang merusak dan menghalangi niat baik orang yang ingin berdamai. “Tolong masyarakat adat jangan mempercayai berita berita sesat yang justru ingin memecah belah masyarakat adat,” katanya.

Budi HD, yang juga Salah satu pengurus DAD Kalteng menambahkan , pertemuan di Betang Hapakat pada tanggal 19 November 2022 itu semata mata utk menindaklanjuti hasil pertemuan dari kedua pihak yang bertikai pada tanggal 14 Nopember 2022. Kesepakatan yang dibuat di lapangan berada di wilayah hukum Polres Gunung Mas, dan dimediasi oleh Kapolres Gunung Mas.
Hal ini termuat sangat jelas pada poin kedua kesepakatan itu yang menyebut bahwa pertemuan kedua pihak yang berseteru dilaksanakan di Betang Hapakat. Kehadiran POLRI, TNI, DAD Gunung Mas, Batamad Gunung Mas, Koordinator Damang Gunung Mas, dan Pemerintah Kecamatan Manuhing adalah sebuah dukungan yang positif demi terciptanya suasana kondusif.
“DAD Provinsi Kalteng hanya mempasilitasi, DAD Kalteng tidak mengurus ranah peradilan Adat. DAD Kalteng hanya sebagai tuan rumah untuk memfasilitasi keinginan orang yang awalnya berseteru kemudian ingin berdamai, bahkan sampai angkat hampari. Persoalannya sudah clear and clean. Semoga dipahami dan diduduki pada porsi yang tepat,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan salah satu pengurus DAD Kalteng, Simpun Sampurna kepada awak media, menurut pegiat dan aktivis masyarakat adat Dayak ini apa pun yang disampaikan itu tujuannya untuk kebaikan kedepannya. Apa yang kita lakukan kemungkinan belum bisa memuaskan semua pihak. Tentu ada kekurangannya apabila dicari-cari kekurangnnya. Untuk itu mari bergandeng tangan hapakat membangun DAD Kalteng.
“Evaluasi itu penting jika ditemukan sampaikan saja. Hal ini agar kita berbenah untuk memperbaikinya. Jangan ada agitasi dan upaya menghambat itikad baik dan damai dari kedua belah pihak,” kata Simpun. Disampaikan Simpun, agar DAD Kalteng bisa melakukan apa saja yang menjadi capaiannya dan juga hal-hal yang belum terealisasi baik kegiatan maupun program kerja, sehingga jelas tolok ukur yang harus dilakukan dalam rangka optimalisasi perbaikan pelayanan bagi masyarakat Kalteng secara umum dan masyarakat adat secara khusus.
“Sekali lagi saya sampaikan, tidak mungkin DAD Kalteng mampu memuaskan semua pihak. Tentunya ada kekurangan. Mari berbenah agar kedepannya DAD Kalteng semakin tangguh dan maju terus. Dalam kesempatan ini saya ingin bertanya, sudahkah damang-damang mendaftarkan wilayahnya Sesuai Perda Nomor.16 tahun 2008 dan Pergub Nomor. 13 tahun 2009 yang bunyinya sesuai Undang Undang Pokok Agraria? Jika sudah dimana lokasinya? Jika belum kenapa?. Hal ini penting sebagai bahan masukan DAD Kalteng sebagai evaluasi kinerja damang-damang Se- Kalteng,” katanya.
Diberitakan sebelumnya , Sumardie perwakilan dari PT BMB menyambut gembira dan sukacita perdamaian tersebut, sehingga kedepannya kinerja PT BMB menjadi lebih baik lagi , karena didukung tokoh adat setempat. Sumardie juga menambahkan , kehadiran dan permintaan maaf Basirun Panjaitan kepada kepada Damang Manuhing, Awal Jantriadi, adalah wujud hormat Beliau kepada tokoh dan Adat Dayak, karena Pak Basirun berprinsip, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
“Pak Basirun sangat menghormati tokoh – tokoh Dayak, dan Adat Dayak, dan Beliau mengharapkan melalui perdamaian ini, membawa kinerja PT BMB semakin baik karena didukung sesepuh Orang Dayak,sehingga berdampak positif bagi warga sekitar dan Warga Dayak” tutup sumardie.

-
-
-