Spirit Kalteng

GERAM TETAP TUNTUT BERTEMU GUBERNUR-Enrico: Kemungkinan Akan Ada Aksi Lanjutan

26
×

GERAM TETAP TUNTUT BERTEMU GUBERNUR-Enrico: Kemungkinan Akan Ada Aksi Lanjutan

Sebarkan artikel ini
GERAM TETAP TUNTUT BERTEMU GUBERNUR-Enrico: Kemungkinan Akan Ada Aksi Lanjutan
Juru Bicara Geram, Enrico Rafael ketika diduga mendapatkan tindak kekerasan oleh oknum dalam demo yang digelar baru-baru ini

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Adanya aksi dari Gerakan Rakyat Merdeka (GERAM) beberapa waktu lalu, yang berkaitan dengan tuntutan untuk bertemu Gubernur Kalteng serta evaluasi kinerja Gubernur terkait, cukup mengundang perhatian masyarakat.

Terkait tindak lanjut ke depan, juru bicara GERAM Enrico menegaskan, memang saat ini pihaknya belum menentukan untuk aksi lanjutan atau Jilid V.

“Kita belum ada kesepakatan karena teman-teman mahasiswa dan lainnya juga masih berkonsolidasi. Untuk saat ini belum,” ujarnya kepada Tabengan, Kamis (1/12).

Namun, ketika ditanya apakah aksi itu akan berlanjut, Enrico menjawab kemungkinan akan ada aksi lanjutan. Ditegaskannya, sejumlah poin tuntutan yang dibacakan ketika demo Jilid IV beberapa waktu lalu, seperti seperti menuntut Gubernur dan Wakil Gubernur menyelesaikan janji politik kepada masyarakat Kalteng.

“Yang kedua, menuntut keduanya agar lebih serius menyejahterakan masyarakat Kalteng,” ujar Enrico.

Yang ketiga, menuntut pembangunan infrastruktur antarwilayah di Kalteng dan lainnya. Ada juga soal tuntutan penyelesaian persoalan akar dari masalah banjir di Kalteng. Selain itu, ada juga soal desakan agar menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan Tenaga Kontrak (Tekon) serta beberapa poin penting lainnya.

Sementara itu, Koordinator Tekon yang dinonaktifkan Pemprov Kalteng serta salah satu unsur dari GERAM, Rolando Paski menuturkan, aksi yang pihaknya laksanakan murni merupakan inisiatif dan gerakan atas dasar kepentingan masyarakat Kalteng, khususnya pihak Tekon yang diberhentikan.

Intinya, ujar dia, tuntutan dari Tekon sendiri masih sama, yaitu mendesak dan menuntut juga memohon kepada Gubernur dan Wagub Kalteng mewujudkan reformasi birokrasi yang humanis berintegritas, smart terkait Tekon Pemprov dalam memenuhi hak-hak mereka.

Disampaikan juga, meminta agar Gubernur dan Wagub di 2023 mendatang mempekerjakan kembali Tekon yang sudah dinonaktifkan. Beberapa pertimbangan tuntutan agar bisa bekerja kembali itu, seperti Tekon yang memiliki keluarga untuk diberikan makan serta minum. Tekon juga sudah mengabdikan diri selama bertahun-tahun di bawah naungan Pemprov Kalteng.

“Tentunya dengan mengaktifkan kembali dan memanggil para Tekon bekerja lagi adalah langkah mengurangi pengangguran serta kemiskinan,” pungkasnya. drn