PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID- “Saya mengutuk keras tindakan pelaku penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya Aipda Andre Wibisono. Dan saya meminta jajaran penegak hukum di Kalteng, untuk menurunkan tim gabungan. Serta Polda Kalteng melalui Dirnarkoba dan BNN Kalteng untuk segera turun dan membentuk pos polisi di setiap Gang di kawasan ponton,” kata Hendra.
Hal ini menurut Hendra, agar tidak terulang kembali kejadian yang sama, karena ini sudah mencederai nilai-nilai sebuah kemanusiaan.
“Artinya ditempat itu seperti texas dan banyak kriminalnya, hal ini tidak bisa ditolelir lagi. Jadi saya minta Kapolda dan BNN Kalteng untuk mengusut tuntas permasalahan kematian oknum polisi ini sampait tuntas,” imbau Hendra.
Saya, lanjut Hendra, merupakan putra daerah yang mengetahui persis bagaimana kondisi didalam Poton.
“Untuk itu saya sangat berharap untuk hal tersebut dapat diatensi oleh Pak Kapolda, kepala BNN Kalteng, Gubernur Kalteng dan Wali Kota Palangka Raya untuk menangani masalah ponton ini,” kata Hendra.
Karena didalam itu, dengan dibukanya judi dadu gurak dan wadah jual narkoba begitu bebasnya, sehingga merusak generasi Kalteng.
“Peristiwa ini merupakan peringatan keras bagi kita,” tandas Hendra.
“Joman Kalteng menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya Aipda Andre Wibisono,” tambah Hendra.
Sebelumnya seorang anggota polisi dikabarkan tewas usai mengalami sejumlah luka sayatan di bagian badan dan luka tembak senapan angin, Jumat (2/12/2022).
Aipda Andre Wibisono, personel Dokkes Polsek Sabangau diduga terbunuh saat berada di kawasan Kampung Ponton, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.
Dari rekaman video yang beredar, Aipda Andre Wibisono digotong oleh sejumlah warga menggunakan gerobak untuk dilarikan ke rumah sakit dari perkampungan penduduk. Dari video terlihat jika kondisi badan korban dipenuhi lumpur.
Meski sempat dilarikan ke RS Bhayangkara, korban tidak terselamatkan. Menindaklanjuti temuan tersebut, kepolisian segera melakukan penyelidikan dan telah melakukan penyisiran di lokasi kejadian.
“Ya, masih dalam penyelidikan,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Faisal Napitupulu, saat berada di RS Bhayangkara.
Dari hasil autopsi diterima informasi bahwa terdapat bekas hantaman benda tumpul dan sayatan benda tajam. Bahkan tim forensik menemukan peluru senapan angin yang bersarang di tubuh korban.dor











