-
Spirit Kalteng

304.632 Batang Rokok dan 15 Ribu Pakaian Bekas Dimusnahkan

27
×

304.632 Batang Rokok dan 15 Ribu Pakaian Bekas Dimusnahkan

Sebarkan artikel ini
-
TABENGAN/FERRY WAHYUDI
DIMUSNAHKAN- Plt Kepala Bea Cukai Palangka Raya, Firman Yusuf bersama tamu undangan memusnahkan barang bukti sitaan.

 

+Bea Cukai Ingatkan Adanya Bakteri e-Coli, Staphylococcus Aures dan Jamur Kapang di Pakaian Bekas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Bea Cukai Palangka Raya memusnahkan sejumlah barang sitaan, Rabu (7/12) pagi. Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan Bea Cukai Palangka Raya dari awal Januari hingga Oktober 2022.

Sedikitnya 304.632 batang rokok, 12 kilogram tembakau iris, 20 botol liquid vape, 1.220 botol minuman keras (Miras), 15.000 lembar baju bekas eks impor dan 4.775 keping pita cukai bekas dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pemusnahan dipimpin Pelaksana Tugas Kepala Kantor Bea Cukai Palangka Raya Firman Yusuf bersama tamu hadirin yang datang.

Disela kegiatan Firman Yusuf mengatakan, dari hasil penindakan tersebut, pihaknya berhasil menambah penerimaan negara dari pengenaan sanksi administrasi sebesar Rp 244 juta lebih.

“Saat ini barang ilegal yang tengah tren di kalangan masyarakat, yakni pakaian bekas eks impor atau yang kerap dikenal dengan ‘Thrift Shop’,” katanya.

Padahal di negara asalnya, menurut Firman Yusuf, pakaian bekas tersebut merupakan sampah bagi masyarakat setempat. Namun oleh oknum-oknum tersebut diimpor ke Indonesia, termasuk ke Kalteng dan diperjualbelikan kembali.

Pakaian bekas tersebut masuk melalui pelabuhan-pelabuhan tikus yang tidak terdapat petugas dan dijual kembali dengan harga yang murah.

“Pakaian bekas ini dapat menyebabkan penyakit yang cukup serius bagi masyarakat yang membeli. Pada pakaian bekas terdapat bakteri escherichia coli alias e-coli, staphylococcus aures dan jamur kapang, yang dapat menyebabkan penyakit,” tuturnya.

Fakta tersebut didapatkan setelah pihaknya melakukan uji laboratorium terhadap pakaian bekas. Dimana pakaian bekas terlebih dulu dicuci sebelum dilakukan uji laboratorium.

“Meluasnya aktivitas Thrift Shop ini tak lepas dari masyarakat kita yang termakan oleh brand luar negeri, meskipun didapatkan secara bekas. Padahal, brand atau merk lokal kita telah memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk luar negeri,” pungkasnya. fwa

-
-
-