Melansir Kompas.com, (11/02/2021), sejak kemunculan beberapa filsuf, perayaan Imlek tidak hanya dilakukan untuk menyambut awal musim semi semata. Namun, dikaitkan juga dengan nilai-nilai moral dan keagamaan. Penganut Tridharma, seperti Konghucu, Taoisme, dan Buddha akan melakukan sembahyang sembari menyajikan makanan untuk Tuhan yang disebut sebagai Thien (Tian).
Sementara, bagi masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa yang sudah berpindah agama, biasanya merayakan pergantian Tahun Baru China untuk bersenang-senang saja. Oleh karena itu, secara umum ada beberapa tradisi saat Imlek. Seperti bersih-bersih rumah sebelum Imlek, memasang hiasan warna merah, sembahyang, makan bersama keluarga, saling mengunjungi kerabat, hingga perayaan Cap Go Meh. Ini dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur atas seluruh pengalaman dan pencapaian setahun ke belakang, serta harapan akan rezeki di tahun mendatang. Selain itu, bertujuan juga untuk menjamu leluhur serta bersilaturahmi dengan kerabat maupun tetangga.
DILARANG
Orang Tionghoa percaya apa yang dilakukan menjelang dan saat Tahun Baru China atau Imlek akan memengaruhi keberuntungan.
Ada banyak tradisi saat Imlek atau Tahun Baru China yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Dilansir proserang.com.Temukan 18 hal paling populer yang tidak boleh dilakukan saat Imlek atau Tahun Baru China.
Beberapa tabu pada hari pertama Tahun Baru China atau Imlek dan beberapa takhayul selama musim Festival Tahun Baru (dari tanggal 1 hingga 15 Tahun Baru Imlek).
Berikut 18 hal tidak selama Tahun Baru China atau Imlek agar terhindar dari kesialan:
- Hindari minum obat.
Pantangan bagi seseorang untuk menyeduh jamu atau minum obat pada hari pertama tahun lunar. Jika tidak diyakini akan sakit selama setahun penuh.
- Jangan menyapu atau membuang sampah.
indakan menyapu pada saat Imlek dikaitkan dengan menyapu kekayaan. Membuang sampah melambangkan membuang keberuntungan atau nasib baik dari rumah.
- Jangan Ucapakna Kata Kotor
Selama periode Tahun Baru Imlek hindari mengucapkan kata-kata yang berhubungan dengan kematian, penyakit, kemiskinan, hantu, dll.
Mengucapkan kata-kata tersebut diyakini akan menjauhkan dari keberuntungan dan bisa membawa kesialan.
- Jangan makan bubur dan daging untuk sarapan pagi
Bubur tidak boleh dimakan sebagai sarapan karena dianggap sebagai makanan orang miskin.
Sebagian orang Tionghoa tidak ingin memulai tahun dengan sesuatu yang identic dengan ‘kemiskinan; karena bisa jadi pertanda buruk. Sementara itu, daging tidak boleh dimakan saat sarapan ini untuk menghormati para dewa.
- Hindari keramas dan potong rambut
Hindari memotong rambut saat Imlek karena diyakini akan membawa kesialan.
Karenanya disarankan untuk memotong rambut sebelum Tahun Baru Imlek untuk tampilan baru sebagai tanda kekayaan baru di tahun mendatang.
- Jangan mencuci pakaian
Orang tidak mencuci pakaian pada hari pertama dan kedua tahun baru. Sebab, dua hari tersebut diperingati sebagai hari lahir dewa air. Mencuci pakaian dianggap tidak menghormati dewa air.
Orang dahulu percaya bahwa air melambangkan kekayaan. Karenanya membuang air setelah mencuci pakaian berarti membuang kekayaan.
- Jangan menjahit
Di masa lalu, ada banyak pekerjaan menjahit untuk wanita. Tetapi mereka tidak menjahit apa pun, bahkan menjahit kancing dari hari pertama hingga hari kelima bulan lunar pertama.
Kalau tidak, mereka mengira tahun yang akan datang akan menjadi tahun yang sulit dengan banyak jahitan.
- Jangan gunakan gunting atau pisau
Bilah gunting dianggap seperti bibir tajam saat orang bertengkar. Menggunakan gunting pada hari pertama Tahun Baru Imlek dianggap sebagai ajakan untuk bertengkar dengan orang lain di tahun yang akan datang.
Sementara, penggunaan pisau harus dihindari karena dianggap mengarah pada hal-hal yang tidak menguntungkan dan menipisnya kekayaan di tahun mendatang.
- Jangan memberikan hadiah angpao dengan jumlah uang ganjil
Jangan memberikan uang dalam jumlah ganjil dalam angapo amplop merah. Orang Tionghoa menyukai angka genap karena diyakini baik dan selalu berlipat ganda.
Tetapi hindari juga angka sial seperti 4 dan 40. Karena 4 terdengar seperti kematian dalam bahasa China.
- Jangan memberikan hadiah tertentu
Jangan memberikan hadiah tertentu seperti jam, gunting, dan buah pir, karena memiliki arti yang buruk dalam budaya Tionghoa.
- Hindari memecahkan mangkuk, piring, gelas, dll.
Memecahkan mangkuk, piring, gelas, vas, atau cermin selama Festival Musim Semi dianggap sebagai pembawa nasib buruk, kehilangan uang, atau kehancuran keluarga.
Jika ada yang pecah secara tidak sengaja, orang biasanya menggunakan kertas merah untuk membungkus pecahannya, lalu mengucapkan “Sui sui ping’an” yang artinya ‘selamat dan sehat sepanjang tahun’.
- Anak perempuan yang sudah menikah tidak diperbolehkan mengunjungi rumah orang tuanya pada Hari Tahun Baru Imlek
Hal ini diyakini membawa kesialan bagi orang tuanya, menyebabkan kesulitan ekonomi bagi keluarga.
Menurut tradisi, seorang anak perempuan yang sudah menikah mengunjungi rumah orang tuanya pada hari kedua Tahun Baru Imlek.
- Mencegah anak menangis
Tangisan anak dipercaya membawa kesialan bagi keluarga. Maka orang tua berusaha semaksimal mungkin agar anak tidak menangis dengan cara apapun.
- Tidak mengunjungi rumah sakit
Kunjungan ke rumah sakit selama periode ini diyakini membawa penyakit bagi orang yang bersangkutan selama satu tahun mendatang.
Oleh karena itu kunjungan ke rumah sakit dihindari, kecuali dalam keadaan sangat darurat.
- Hindari meminjamkan dan meminjam uang
Uang tidak boleh dipinjamkan pada Hari Tahun Baru dan semua hutang harus dibayar pada Malam Tahun Baru.
Jika seseorang berutang uang kepadamu, jangan pergi ke rumahnya untuk memintanya. Siapa pun yang melakukannya dikatakan akan sial sepanjang tahun.
- Jangan memakai pakaian yang rusak
Terutama untuk anak-anak. Mengenakan pakaian seperti itu di bulan pertama, konon membawa kesialan.
- Dilarang membunuh
Membunuh apapun harus dihindari dari tanggal 1 hingga 15 Tahun Baru Imlek karena darah dianggap sebagai pertanda buruk. Itu dianggap jadi penyebab kemalangan seperti luka pisau, atau bencana berdarah.
Orang biasanya membunuh ayam, bebek, babi, dan ikan sebelum Tahun Baru Imlek atau pada Malam Tahun Baru. istimewa











