Spirit Kalteng

Kalteng Masih Hadapi Tantangan Inflasi

22
×

Kalteng Masih Hadapi Tantangan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Foto Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimatan Tengah Taufik Saleh dalam sebuah kegiatan.

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimatan Tengah Taufik Saleh menyampaikan, bahwa kondisi global nasional maupun regional Kalteng saat ini masih menghadapi beberapa tantangan inflasi.

Dari sisi global, lanjut Taufik, fragmentasi geopolitik yang terjadi akibat perang Rusia dan Ukraina masih mendorong tingginya harga-harga komoditas. Tekanan inflasi global juga mendorong kebijakan moneter ketat di berbagai, negara salah satunya tercermin dari kebijakan The Fed yang telah menaikkan suku bunga sebanyak 8 kali sejak Maret 2022.

Dari sisi nasional, kata Taufik, mulai masuknya tahun politik diprakirakan berpotensi mendorong penguatan permintaan masyarakat. Pasar se-Kalteng guna menjamin keterjangkauan harga selama Ramadan dan Idul Fitri. TPID Provinsi Kalteng mengimbau masyarakat untuk bersikap bijak dalam berbelanja kebutuhan pokok strategis.

“TPID Provinsi Kalteng bersama Satgas Pangan akan senantiasa melakukan sidak pasar dan
distributor secara rutin sebagai langkah pemantauan perkembangan harga,” kata Taufik, Kamis (23/3).

Potensi terjadinya kekeringan (El Nino) di Indonesia juga perlu menjadi perhatian dalam mengatasi tekanan inflasi bahan makanan. Dari sisi regional, produktivitas pertanian yang masih tergolong rendah, ketergantungan daerah lain, infrastruktur dan distribusi, serta ongkos angkut masih menjadi tantangan inflasi yang perlu menjadi perhatian TPID Prov. Kalteng.
Taufik mendorong peningkatan produktivitas pertanian beras melalui penanaman IR-42 (Karau Unggul) melalui pendirian klaster IR-42 dan cabai. Perluasan Kerja Sama Antardaerah (KAD) untuk komoditas seperti telur ayam, cabai, dan bawang merah dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah juga dapat dilakukan.

Penyelenggaraan pasar murah secara intensif, pembentukan tim cepat tanggap maupun alternatif pemberian subsidi ongkos angkut dapat menjadi beberapa strategi dalam menjaga keterjangkauan harga dan kelancaran distribusi selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.
Dari sisi digitalisasi, Taufik menyampaikan bahwa dari 14 kabupaten/kota, terdapat 4 pemerintah kabupaten/kota yang telah mencapai tahap digital, yaitu Kabupaten Lamandau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur dan Kota Palangka Raya, sedangkan untuk pemkab lainnya berada di tahapan maju.

Dikatakan Taufik, evaluasi yang dapat diberikan kepada TP2DD dan Pemda se-Kalteng adalah bank daerah belum memiliki kanal digitalisasi yang lengkap, salah satunya QRIS; perlunya penguatan koordinasi dengan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) Bank dan Non Bank, serta optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah melalui kanal non tunai; infrastruktur daerah yang belum optimal; dan pelaksanaan TP2DD belum teradministrasikan dengan baik. Peningkatan digitalisasi tidak hanya mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah, namun juga mendukung upaya stabilisasi harga.

TPID Provinsi Kalteng menyampaikan bahwa ketersediaan pangan di Kalteng masih mencukupi dalam menghadapi bulan Ramadan. Hal ini didukung panen raya yang sedang berlangsung, ketersediaan stok Bulog, ditambah dengan KAD yang telah dilakukan oleh Pemprov Kalteng dan Pemkab Subang melalui Bulog untuk meningkatkan ketersediaan pasokan beras.

Pada kesempatan yang sama, TPID Provinsi Kalteng melaksanakan Launching GNPIP Kalimantan Tengah 2023 dan Kick-off Operasi Pasar se-Kalteng guna menjamin keterjangkauan harga selama Ramadan dan Idul Fitri. dsn/ist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *