Spirit Kalteng

Gempa Jatim Terasa di Pangkalan Bun dan Kuala Pembuang

20
×

Gempa Jatim Terasa di Pangkalan Bun dan Kuala Pembuang

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA GEMPA TEKNONIK -Gempa yang terjadi di bagian Barat laut Tuban Jawa Timur terasa getarannya hingga ke Kota Pangkalan Bun. 

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID –  Tepat pukul 16.55 WIB, warga yang tinggal di kota Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat, digegerkan akibat adanya getaran gempa. Dan ternyata hal itu dampak dari gempa tektonik yang terjadi di 68 km Barat laut Tuban, Jawa Timur dengan magnitude 6,6 di Laut Jawa, Jumat (14/4).

Getaran yang dirasakan akibat gempa di Jawa Timur itu sebagian besar juga dirasakan warga Pangkalan Bun yang tinggal di rumah berkonstruksi, namun demikian akibat getaran tersebut tidak menimbulkan kerusakan apapun.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kelas III Iskandar Aqil Ihsan ketika di konfirmasi perihal kejadian tersebut  dirinya membenarkan, dan berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,9. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 6,31° LS ; 111,96° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 65 Km arah BaratLaut Kota Tuban, Jawa Timur pada kedalaman 643 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dalam akibat adanya aktivitas deformasi slab pull pada lempeng Indo-Australia yang tersubduksi hingga di bawah Laut Jawa. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault,”  kata Aqil Ihsan.

Lanjutnya, akibat gempa bumi tersebut,  berdampak dan dirasakan di daerah juga untuk wikayah Kuta dengan skala intensitas V MMI.

“Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, Karangkates, Trenggalek, Gianyar, Tulungagung, Trengalek, Nganjuk, Pacitan, Kediri, Tuban, Garut, Mataram dengan skala intensitas IV MMI, yaitu bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini dan tidak berpotensi Tsunami. Sedangkan Untuk di wilayah Pangkalan Bun, getaran terasa dengan skala 0.1 – 0.3 M,” jelas Aqil Ihsan.

Aqil Ihsan menjelaskan hingga pukul 17.43 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan  aftershock sebanyak 1 (satu) dengan magnitudo M5,5.

Dalam kesempatan itu juga Aqil, mengimbau kepada masyarakat  agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang  tidak  dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Masyarakat juga diimbau agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa, selain itu masyarakat juga di harapkan dapat memeriksa  dan pastikan bangunan tempat tinggal, cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” beber Aqil.

Getaran Gempa Jawa Timur Juga Terasa di Kuala Pembuang.

Sebagian warga  yang tinggal di Kuala Pembuang dikabarkan merasakan goyangan Gempa tektonik yang terjadi di 68 km Barat Laut Tuban, Jawa Timur dengan magnitude 6,6 pada Jumat sore, 14 April 2023.

Tidak sedikit warga menyampaikan kejadian tersebut melalui status di berbagai media sosial baik Facebook hingga WhatsApp.

Salah satunya, pada akun Facebook milik Khairunnisa yang  menuturkan bahwa ia merasakan getaran gempa di kediamannya dalam kurun waktu 5-7 detik.

“Apa ada yang merasakan Gempa tadi sore, banyak yang ribut karena juga merasakan hal yang sama,” katanya.

Selain itu, Pada akun Facebook bernama Budy Ibnu juga menuturkan bahwa dirinya merasakan hal yang sama, bahwa getaran juga dirasakan pada pukul 17.08 WIB.

“Rumah saya di pinggiran sungai terasa sekali getarannya sekitaran jam 17:08, kebetulan rumah saya berada di pinggir sungai desa Persil Raya,” ujarnya.

Meski demikian, getaran akibat gempa tersebut tidak sampai menyebabkan barang-barang di kediaman warga setempat mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana BPBD Seruyan Agung Sulistyono melalui Analis Kebencanaan Ahli Muda, Arvian Yuli Artha menyampaikan bahwa berdasarkan data BMKG jarak dari pusat gempa dengan wilayah Kuala pembuang Kabupaten Seruyan sekitar 331,02 Km

Diminta kepada masyarakat Kabupaten Seruyan khususnya Kuala Pembuang agar tidak panik, karena jarak dengan pusat gempa sangat jauh.

“Kami minta warga tidak panik, namun tetap selalu berdoa memohon kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa agar dijauhkan dari marabahaya dan bencana,” jelasnya.c-uli/c-vik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *