Spirit Kalteng

DIES NATALIS PMKR PALANGKA RAYA-Berdoa dan Tingkatkan SDM, Hadapi Peluang dan Tantangan

16
×

DIES NATALIS PMKR PALANGKA RAYA-Berdoa dan Tingkatkan SDM, Hadapi Peluang dan Tantangan

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA DIES NATALIS -Agustin Teras Narang hadir pada Dies Natalis PMKRI Palangka Raya "Sanctus Dionisius" ke-32. Hadir juga kegiatan webinar dilaksanakan PMKRI Cabang Palangka Raya, Senin (17/4) via zoom meeting

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Memperingati Dies Natalis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Palangka Raya “Sanctus Dionisius” ke-32, Senator Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang bersama

Kepala Badan Narkotika Nasionalismenya (BNN) Kalteng, Brigjen Polisi Sumirat Dwiyanto, dan Romo Priedz Meko, SVD berbagi pandangan dalamn kegiatan webinar, yang dilaksanakan PMKRI Cabang Palangka Raya, Senin (17/4) via zoom meeting.

Teras Narang menyampaikan sejumlah poin  tentang peluang, dan tantangan gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa, termasuk PMKRI agar mengenali peluang sekaligus tantangan kita ke depan seperti revolusi industri 4.0, Society 5.0, Bonus Demografi, Pemindahan Ibu Kota Nusantara, termasuk Pemilu 2024 untuk pemilihan anggota DPRD, DPD RI, DPR RI, hingga calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng ini menyampaikan, tantangan tidak tanya hadir dari dalam negeri. Ada pula tantangan yang berasal dari luar atau global.Health, EducationFood, Fuel, Financial, dan Forestry atau yang disingkat HE4F.

”Dimulai’ dari kesehatan (Health) dan pendidikan (Education) adalah isu utama. Sering ditegaskan, bagaimana mau pandai kalau kesehatan terganggu. Sekalipun sehat kalo tidak cerdas.Kesehatan dan pendidikan jadi perhatian saja sejak dulu menjadi Gubernur Kalteng. Itu sebabnya dulu program prioritas saya selain infrastruktur adalah Kalteng Harati (Kalteng Cerdas) dan Kalteng Barigas (Kalteng Sehat),” urai Gubernur Kalteng periode 2005-2015 ini dalam webinar itu.

Isu pangan (food), Teras Narang mencontohkan, Vietnam yang penduduknya sekitar 90 juta orang, namun punya luas lahan persawahan produktif lebih luas dari Indonesian, dan jadi produsen beras dunia bersama india, dan Thailand. Padahal secara jumlah penduduk, jumlah penduduk kita dua kali lipat lebih dari Vietnam. Dampaknya kita pun harus bergantung pada impor.

Berbicara energi (fuel), lanjut Teras Narang, dalam situasi yang sama. Indonesia dulu masuk dalam masuk anggota The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC), karena kemampuan kita mengekspor minyak. Namun sekarang kita sebaliknya harus melakukan impor karena defisit.

Kemudian keuangan (financial), tambah Teras Narang, memiliki tantangan tersendiri. Terlebih dalam menghadirkan sumber pembiayaan untuk pembangunan, termasuk pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan. Kehutanan (forestry), tantangan tak kalah menarik karena ada isu soal pembangunan di sektor kehutanan. Kita tak anti investasi, tapi masih perlu pengaturan lebih baik dalam kaitannya dengan investasi dan peluang usaha yang berada di wilayah hutan.

Teras Narang mengharapkan, semua hal yang diuraikan itu menjadi perhatian generasi muda, dengan menimbang nilai kebangsaan kita. Sebagai negara yang berlandas Pancasila, kita perlu untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat persatuan bagi kemajuan bangsa.

Teras Narang menguraikan, soal ibu Kota Negara yang diharapkan jadi identitas nasional, sebagai perwakilan dari DPD RI dalam tim pansus Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara menyampaikan harapan agar pembangunannya melahirkan pemerataan ekonomi bagi Indonesia khususnya wilayah Indonesia tengah ke timur. Mari, semua generasi muda agar berdoa dan terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya menusia kita, menghadapi peluang dan tantangan yang ada. Meningkatkan semangat kebersamaan, maju ke depan, dan memberi yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Kalau bukan kita, siapa lagi?

Kalau tidak sekarang, kapan lagi?.ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *