Hukrim

Kekerasan Seksual di Palangka Raya Marak?

20
×

Kekerasan Seksual di Palangka Raya Marak?

Sebarkan artikel ini
Kekerasan Seksual di Palangka Raya Marak?
ILUSTRASI NET

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID– Sehubungan dengan masih maraknya kasus pelecehan dan kekerasan seksual kepada perempuan serta anak yang semakin merebak hingga saat ini, Kepala DPPKBP3A Kota Palangka Raya Sahdin Hasan mengimbau masyarakat yang mendapati ataupun menyaksikan adanya kejadian pelecehan seksual untuk melapor.

“Untuk masyarakat yang pernah mengalami kekerasan dan pelecehan seksual, ataupun menyaksikan hal tersebut jangan ragu untuk mengadukannya ke pihak yang berwajib ataupun kepada kami, khususnya di bidang UPTD PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak),” imbau Sahdin, Rabu (5/7).

Sahdin juga memberikan arahan kepada para korban atau pelapor agar menghubungi layanan siaga 112 atau datang secara langsung ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), supaya diberikan pendampingan, baik secara psikologis maupun bantuan hukum.

“Jangan takut untuk melaporkan. Kami di sini bersama pemerintah terkait yang lain akan selalu siap dan siaga memberikan perlindungan serta pendampingan kepada para korban. Anda datang, akan langsung kami berikan pendampingan,” tegasnya.

Di samping itu, melihat karena masih banyaknya para korban yang memilih untuk bungkam sehubungan dengan takutnya mendapatkan stigma yang negatif di masyarakat ataupun reaksi miring lainnya, Sahdin juga mengajak masyarakat untuk sama-sama merangkul para korban yang terkena kekerasan ataupun pelecehan seksual.

“Masyarakat sekitar juga harus berani untuk menjadi pelapor maupun melapor. Bila ditemui adanya kasus pelecehan atau kekerasan seksual kepada siapa pun itu, tolong untuk dirangkul dahulu para korbannya. Bantu diberikan perlindungan agar ia bisa merasa lebih percaya diri dan aman, untuk bisa melanjutkan membuat laporan kepada pihak yang berwenang, demi mendapatkan perlindungan lebih lanjut nantinya,” pintanya.

Hal ini diupayakan agar para korban tidak merasa ditinggalkan sendirian ataupun disepelekan. rba