-
Spirit Kalteng

Cegah Karhuta, BRIN dan GAPKI Modifikasi Cuaca

45
×

Cegah Karhuta, BRIN dan GAPKI Modifikasi Cuaca

Sebarkan artikel ini
ISTIMEWA KERJA SAMA – Jajaran BRIN dan GAPKI bekerja sama dalam pelaksanaan optimalisasi potensi hujan melalui TMC.
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Jajaran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) bersama stakeholder lainnya melaksanakan kegiatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dalam upaya hujan buatan, demi mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pelaksanaan TMC yang juga didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), TNI AU Skuadron 4 Abdul Rachman Saleh, Angkasa Pura II itu baru saja selesai dikerjakan.

Menurut Koordinator kegiatan TMC lapangan di Kalteng Bayu Prayoga, kegiatan yang juga diawasi serta monitoring pihak BNPN beserta KLHK itu, dilaksanakan sejak 25-31 Agustus 2023.

“Sebagai asosiasi perkumpulan para perusahaan pengusaha kelapa sawit yang ada di Indonesia baik perusahaan perkebunan milik pemerintah (BUMN), perusahaan perkebunan milik swasta nasional dan asing, GAPKI berkomitmen untuk berperan aktif dalam kegiatan pencegahan dan pengendalian karhutla,” ujarnya kepada Tabengan via rilis, Jumat (1/9).

Selain itu, ujarnya, upaya lain yang dilaksanakan demi mencegah karhutla adalah dengan monitoring dan penyiagaan pemadaman darat, yang didukung sarana prasarana (sarpras) karhutla.

Bahkan, pihak GAPKI juga membina petani di sekitar kebun anggotanya, dengan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA), yang dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menggandeng BRIN dalam pengimplementasian TMC dengan tujuan membantu pembahasan lahan lewat hujan buatan atau modifikasi cuaca.

“Di evaluasi akhir pada 30 Agustus lalu, memang selama pelaksanaan TMC di Kalteng, selalu diupayakan untuk potensi awan (TMC) yang ada, dalam membantu pembasahan lahan,” jelasnya.

Intinya selama pelaksanaan TMC di Kalteng, jajarannya bersama dengan stakeholder lainnya untuk secara keseluruhan dan totalnya dilakukan 6 sorti penerbangan untuk penyemaian awan, dengan menggunakan sebanyak 4.800 kg.

Kendati saat ini secara klimatologis Kalteng sudah masuk pada puncak musim kemarau, kegiatan TMC yang pihaknya laksanakan masih mampu memberikan dukungan upaya pencegahan dan pengendalian karhutla.

Dirinya menjelaskan, selama pelaksanaan TMC, wilayah penyemaian awan selalu mengindikasikan kejadian hujan, walaupun dengan intensitas yang bervariasi. Untuk itu pihaknya berharap apa yang sudah jajarannya laksanakan, bisa membantu menekan potensi perluasan dan penjalaran karhutla dalam area yang lebih luas.

“Selaku pemberi pekerjaan, GAPKI pun turut puas terhadap hasil kegiatan TMC. Ke depan, GAPKI akan terus mendukung upaya pencegahan dan pengendalian karhutla di wilayah yang berpotensi terjadinya karhutla, yang mana salah satunya melalui implementasi TMC. drn

 

-
-
-