-
Spirit Kalteng

TRAGEDI BERDARAH PT HMBP-Pelaku Penembakan Wajib Disidang Adat

33
×

TRAGEDI BERDARAH PT HMBP-Pelaku Penembakan Wajib Disidang Adat

Sebarkan artikel ini
Walter S Penyang 
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Tewasnya warga Desa Bangkal pada aksi unjuk rasa terhadap PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP), turut mendapat respons dari Kerukunan Warga Ot Danum (KWOD) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ketua KWOD Kalteng Guntur Talajan mengatakan, KWOD Kalteng menyampaikan duka cita kepada keluarga korban penembakan. Kiranya keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan.

“Ada 2 hukum yang dapat diterapkan atas kasus penembakan itu. Hukum pidana sudah pasti wajib untuk dilakukan, dan satu lagi adalah hukum adat. Bukti dan kejadiannya sudah terlihat jelas, tinggal dilakukan penindakan tegas. KWOD Kalteng juga meminta komitmen dari Kapolri dan Kapolda atas penyelesaian masalah ini,” tegas Guntur, Kamis (12/10).

Menurut Guntur, apa yang terjadi di Desa Bangkal, jangan sampai terjadi lagi di wilayah lain di Kalteng. Diperlukan ketegasan dan transparansi dalam penanganan kasus ini. Tujuannya, memberikan kepercayaan masyarakat atas penanganan kasus ini. Kasus ini, apabila memang benar hasil pemeriksaan menggunakan peluru tajam, tentu sangat melukai masyarakat Dayak.

Sementara itu, Sekretaris Umum KWOD Kalteng Romong menegaskan, ada sejumlah hal yang harus segera diambil langkah oleh kademangan di Kabupaten Seruyan. Pertama, menggelar ritual adat untuk memasang hinting pali di lokasi kejadian. Lokasi tersebut harus diberikan tanda secara khusus, sebagai pengingat pernah terjadi kejadian berdarah.

Kemudian, lanjut Romong, lokasi berdarah itu sudah dikategorikan sebagai wilayah rutas atau sakral. Tidak boleh ada seorang pun yang diperkenankan untuk mengelolanya. Juga, segera lakukan pembersihan di lokasi penembakan, dengan menggelar ritual adat pembersihan.

Terakhir, ungkap Romong, mendesak kademangan setempat untuk melakukan sidang adat. bagaimanapun, darah yang terlanjur tertumpah adalah warga dari suku Dayak, dan di tanah Dayak, maka wajib untuk dilakukan sidang adat. Ada denda yang dikenakan kepada oknum yang melakukan penembakan.

Mekanisme sidang adat, urai Romong, jelas diatur dalam hukum adat, demikian juga dengan sanksi yang dikenakan nantinya. Semua dikembalikan ke pihak kepolisian, apakah sidang adat terhadap oknum saja, selaku yang bertanggung jawab, atau Polri secara lembaga yang akan disidang adat sebagai yang bertanggung jawab, karena lalai dalam tugas.

Demikian pula bagi pihak perusahaan, lanjut Romong, apa pertanggungjawaban yang diberikan atas korban yang sudah jatuh. Sanksi ini pula dapat diberikan melalui mekanisme sidang adat. ini beberapa hal yang harus segera disikapi, mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan.

Romong meminta, sebelum sidang adat digelar ada komunikasi dengan berbagai lembaga atau paguyuban adat di Kalteng. Paguyuban ini akan menjadi mediator, menyampaikan kepada keluarga korban, sehingga tumbuh pemahaman mengapa perlu dilakukan sidang adat. Ketenangan dan kedamaian di bumi Isen Mulang ini harus terus terjaga dengan baik.

Ritual Hinting Pali 

Menyusul telah terjadinya pertumpahan darah di lokasi, Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan (MBAHK) Kalimantan Tengah pun menyarankan agar digelar ritual dan pemasangan hinting bunu atau pali.

“Karena di lokasi ada yang meninggal akibat kejadian dimaksud, maka lokasi tempat yang meninggal tersebut perlu dibersihkan secara ritual Agama Hindu Kaharingan, dan untuk sementara harus dipasang hinting bunu atau pali,” kata Ketua MBAHK Kalteng Walter S Penyang, Kamis.

Walter pun menyatakan prihatin atas kejadian tersebut dan meminta semua pihak dan masyarakat terkait, untuk dapat menciptakan suasana aman, tenteram dan penuh kedamaian.

“Mari kita berikan waktu dan kesempatan kepada para pihak untuk melakukan penegakan hukum dalam menyelesaikan masalah yang terjadi,” tuturnya.

Senada, tokoh Agama Hindu Kaharingan Parada LKDR turut menyayangkan hal tersebut terjadi. Ke depan ia berharap hal ini bisa segera diselesaikan dengan baik. Kedua belah pihak untuk saling menahan diri.

“Menurut saya, di lokasi konflik perlu dilakukan ritual hinting pali, sebagai upaya penetralisir maupun penyucian lokasi konflik,” tuturnya. ded/fwa

 

 

 

-
-
-