Spirit Kalteng

Portal Perisai, Inovasi Pemko Hadapi Karhutla

21
×

Portal Perisai, Inovasi Pemko Hadapi Karhutla

Sebarkan artikel ini
Portal Perisai, Inovasi Pemko Hadapi Karhutla
TEKNOLOGI- Launching Website Perisai oleh Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu, Senin (18/12) sore. TABENGAN/JEVI FEBRIADI

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemerintah Kota Palangka Raya baru saja meluncurkan portal website baru bernama Perisai. Website ini dibuat dengan tujuan untuk menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla ) di tahun 2024 dan satu-satunya website Pemetaan Risiko Berbasis Sistem Analisa Dini yang ada di Indonesia.

Peluncuran Portal Website Perisai dilakukan di Taman Pasuk Kameloh pada Senin (18/12) sore. Website ini diharapkan bisa membantu pihak-pihak terkait dalam menghadapi bencana karhutla dengan cara lebih efektif.

Dalam beberapa tahun terakhir, karhutla telah menjadi masalah utama di Indonesia, terutama di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya di kota Palangka Raya yang sering mengalami karhutla.

Hadirnya website Perisai di Kota Cantik tidak lepas dari peran pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta support dari Borneo Nature Foundation (BNF) yang merupakan organisasi konservasi nirlaba.

Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu menyampaikan, hadirnya website Perisai mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menghadapi bencana karhutla.

“Dalam konteks ini saya ingin menekankan pentingnya sistem peringatan dini dan kerja sebelum api dalam upaya kita untuk mengatasi ancaman karhutla,” kata Hera.

Hera menjelaskan, sistem peringatan dini yang efektif adalah pondasi pertama dalam menjaga lingkungan dari ancaman karhutla. Memanfaatkan teknologi dan informasi terkini untuk mendeteksi bahaya merupakan langkah awal dalam mendeteksi bahaya.

Hera juga menekankan pentingnya fokus pada kerja mencakup tindakan berdasarkan matriks pencegahan yang sudah Pemko Palangka Raya susun bersama BMKG, BPBD dan BNF.

“Ini adalah upaya bersama yang harus melibatkan semua lapisan masyarakat, termasuk pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dunia usaha dan warga masyarakat agar kita dapat meredam karhutla dan melestarikan keindahan alam Kota Palangka Raya,” ungkapnya.

Melalui inovasi portal website Perisai, Hera berpesan agar adanya penguatan tim BPBD, kelurahan dan relawan dalam membangun skema koordinasi yang kuat dan terstruktur dalam upaya pencegahan melalui Perisai.

Melalui pencegahan Perisai, sambung Hera, diharapkan dapat meminimalisir dampak dari karhutla di Kota Palangka Raya. Semua pihak harus berkontribusi dalam memerangi masalah karhutla dan menjaga kelestarian alam demi kualitas hidup yang lebih baik.

“Sehingga kita tidak lagi bekerja menunggu api, namun fokus pada pencegahan dengan acuan tingkat risiko yang muncul dari informasi website Perisai,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Program Rungan BNF YB Anugerah Wicaksono mengatakan, pihaknya lebih men-support serta memfasilitasi terkait portal website Perisai tersebut. Mengingat kaitannya dengan bencana karhutla lebih banyak menggunakan titik hotspot.

“Jadi dalam aplikasi ini BNF lebih banyak memfasilitasi dan men-support, karena memang kaitannya dengan karhutla ini lebih sering menggunakan titik hotspot. Nah BNF sebenarnya lebih kepada memfasilitasi dan men-support, di mana tingkat bahaya kebakaran digunakan juga sebagai salah satu indikator kerja (Perisai) terkait penanggulangan,” kata Anugerah.

Ia menjelaskan, ihwal dari portal website Perisai tersebut awalnya BNF memperkenalkan ke BPBD. Proses awal tersebut, BNF melakukan diskusi dan analisa dengan Kepala BPBD yang lama Emi Abriyani. Dilanjutkan dengan Kepala BPBD Alman P Pakpahan dan terkahir Kepala BPBD sekarang, Berlianto.

Dikatakan, saat Alman Pakpahan menjabat Kepala BPBD, Alman menjaringkan ke Pj Wali Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu. Pj Wali Kota sebutnya, bahkan mengasih deadline waktu agar website tersebut selesai tahun 2023 ini.

“Nah dari kami mengenalkan BPBD responsnya positif, dan akhirnya ditindaklanjuti pengembangan peta rawan karhutla dan juga apa-apa saja ketika status bahaya yang di berikan oleh BMKG,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya bersama PPI dan BMKG merangkaikan apa yang sudah ada di Kota Palangka Raya dan menyusun instrumen hingga lahirnya  Perisai.

“Jadi kita lebih merangkaikan saja dari apa yang sudah ada di Kota Palangka Raya, PPI dan BMKG itu kami. Kita mencoba multisektor untuk duduk bersama untuk menyusun instrumen akhirnya yang terlahir Perisai ini,” terangnya.

Menurutnya, launching website Perisai merupakan langkah awal. Seperti yang disampaikan Pj Wali Kota, respons setelah website ini siap, apa yang harus dilakukan ketika kondisinya merah, siapa yang melakukan dan bagaimana melakukannya merupakan inti dari Perisai ini.

“Jadi Perisai ini masih awal. Selanjutnya kita nanti harus saling berkolaborasi lintas pihak agar bisa mengaplikasikan  Perisai ini dalam mencegah karhutla di Kota Palangka Raya,” tandasnya. ldw