PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Sebanyak 217.988 jiwa terdampak banjir yang melanda di sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Tengah (Kalteng). Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalteng, bencana banjir di Bumi Tambun Bungai terjadi di 5 kabupaten, yakni Barito Selatan (Barsel), Murung Raya (Mura), Barito Utara (Barut), Kapuas dan Kotawaringin Barat.
Bencana banjir berdampak terhadap 67.149 Kepala Keluarga (KK), 217.988 jiwa, merendam 43.414 bangunan yang terjadi di 26 kecamatan dan 193 desa/kelurahan di Kalteng.
Sampai saat ini untuk kabupaten yang masih terdampak banjir terjadi di Kabupaten Barsel yang terendam sejak 15 Desember 2023 hingga 24 Januari 2024 dengan ketinggian air mencapai 308 cm atau 3,08 meter.
Jumlah yang terdampak sebanyak 24.676 KK, 78.809 jiwa, banjir juga merendam 13.198 bangunan di 5 kecamatan dan 58 desa/kelurahan di Barsel.
Di Mura, banjir terjadi selama 16 hari mulai 5 Januari hingga 24 Januari 2024. Jumlah yang terdampak sebanyak 11.907 KK, 38.659 jiwa, bangunan terendam sebanyak 9.932 bangunan pada 6 kecamatan dan 51 desa/kelurahan.
Sementara di Barut, telah terendam banjir sejak 16 Januari hingga 24Januari 2024 dengan ketinggian air mencapai 20 cm. Jumlah yang terdampak sebanyak 16.404 KK, 49.923 jiwa, bangunan terendam sebanyak 10.995 bangunan pada 7 kecamatan yang terjadi di 49 desa/kelurahan.
Kemudian Kabupaten Kapuas terendam banjir mulai 15 Januari hingga 24 Januari 2024 dengan ketinggian air mencapai 130 cm atau 1,3 meter. Dengan jumlah yang terdampak sebanyak 12.709 KK, 45.409 jiwa, bangunan terendam sebanyak 8.302 bangunan pada 6 Kecamatan dan 28 desa/kelurahan.
Sedangkan Kabupaten Kobar terendam banjir mulai 5 Januari hingga 24 Januari 2024 dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Jumlah yang terdampak sebanyak 1.453 KK, 5.188 jiwa, merendam 987 bangunan pada 2 kecamatan dan 7 desa/kelurahan.
Kepala BPB-PK Kalteng Ahmad Toyib meminta agar warga yang berada di wilayah rawan bencana banjir untuk bisa siaga dan mengamankan barang berharganya.
Langkah antisipasi bisa dilakukan dengan menyiapkannya tas siaga yang mampu menyimpan makanan, minuman, obat, uang, pakaian dan dokumen berharga lainnya.
“Selama masih terdampak banjir, warga bisa menyimpan barang penting dan berharga di tempat yang lebih aman,” kata Toyib, Kamis (25/1).
Ia menuturkan, 5 wilayah di Kalteng yang mengalami bencana banjir kini sudah mengalami penurunan ketinggian air.
“Untuk kabupaten yang masih terdampak banjir kita telah rencanakan mengirim bantuan berupa sembako,” tutupnya.
Jalan Buntok-Palangka Raya Macet
Hingga Kamis (25/1), ruas jalan Palangka Raya-Buntok yang terendam banjir di Desa Lempeng dan Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, masih belum bisa dilintasi kendaraan kecil dan roda dua. Sepeda motor harus memakai rakit. Hanya truk yang bisa melintas, itu pun bergantingan dan dipandu oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI dan Polri.
Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, truk pengangkut sawit harus antre hingga berkilo-kilo meter untuk gantian melintasi banjir. Jalanan tampak macet.
“Panjang antreannya, dari lokasi banjir sampai lewat Jembatan Kalahien,” kata Denfat Makleat, dalam siaran langsung di akun Facebooknya, Kamis (25/1).
Pj Bupati Barsel Deddy Winarwan mengajak semua pejabat gerak cepat membantu warga terdampak banjir. Seperti pada Rabu (24/1) dan Kamis (25/1). Pj Bupati mengunjungi desa-desa di Kecamatan Karau Kuala, yaitu Desa Salat Baru dan Desa Teluk Betung serta satu desa di Kecamatan Dusun Selatan yaitu Desa Muara Talang.
Dalam kunjungan, Pj Bupati membagikan sembako, memberikan motivasi kepada warga agar tetap semangat meski banjir. Semua pejabat juga dikerahkan untuk menyalurkan bantuan kepada warga. Pj Bupati juga menugaskan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rahmat Nuryadin menyerahkan bantuan kepada warga di Kelurahan Pendang, Desa Marawan Baru dan Desa Tarusan Kecamatan Dusun Utara.
Rahmat Nuryadin didampingi Plt Inspektur Daerah Barsel Yuristianti Yudha, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agus Inyulius, Sekretaris Dinas Pendidikan Kisransyah, Plt. Kepala Dinas Nakertran Supian Arifin, tenaga medis serta tagana. Warga juga mendapat pelayanan kesehatan dari petugas medis yang turut serta. fwa/c-lis





