-
Spirit Kalteng

BMKG: Hujan Berakhir Bulan Mei

84
×

BMKG: Hujan Berakhir Bulan Mei

Sebarkan artikel ini
PENGUNGSI-Lurah Langkai Sriwati ketika memantau kondisi pengungsi yang ada di SDN 1 Langkai.TABENGAN/FERRY WAHYUDI/YULIANUS
-

+Tingginya Intensitas Hujan di Utara Kalteng

 PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Tingginya intensitas hujan di beberapa daerah di Kalimantan Tengah (Kalteng) seperti Kabupaten Gunung Mas dan Katingan utara, berdampak pada kondisi Kota Palangka Raya yang mengalami banjir saat ini, meski intensitas musim penghujan di kota tersebut sudah rendah.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tjilik Riwut Palangka Raya Alfandy mengemukakan, puncak musim hujan di Kota Palangka Raya sebenarnya terjadi pada Februari, tetapi di bulan Maret, intensitas musim penghujan untuk kawasan tersebut rendah.

Alfandy juga memperkirakan musim hujan berpotensi berakhir pada bulan Mei 2024, dan musim kemarau akan masuk pada bulan Mei dan Juni. Sedangkan untuk pancaroba, BMKG memprediksi akan terjadi pada akhir April hingga Mei.

“Meski begitu, beberapa titik di Palangka Raya masih mengalami banjir akibat tingginya intensitas hujan di daerah Kabupaten Gunung Mas dan Katingan utara,” kata Alfandy, Rabu (13/3).

Ia menjelaskan, banjir di beberapa daerah di Kalteng selalu disebabkan oleh kiriman dari daerah utara. Sekarang ini, daerah utara seperti Gunung Mas, Berito, Murung Raya, dan Katingan utara mengalami intensitas hujan yang tinggi, sehingga luapan Sungai Kahayan di Palangka Raya menjadi kiriman.

“Intensitas hujan tinggi di bagian utara, sedangkan yang tergenang di bagian selatan. Makanya seperti Kota Palangka Raya sering banjir,” ujar Alfandy.

Ia membeberkan, beberapa hari ke depan, 14-16 Maret, Provinsi Kalteng di bagian selatan diprediksi akan mengalami penurunan hujan dengan cuaca berawan, tetapi Kalteng bagian utara diperkirakan akan tetap mengalami hujan dengan intensitas tinggi.

“Jangan sampai kita terkecoh, misal saat ini tidak ada hujan di Palangka Raya, tetapi air sungai sedang pasang, nah itu disebabkan daerah Kalteng bagian utara sedang mengalami hujan intensitas tinggi,” tambahnya.jef

-
-
-