KUALA KAPUAS/TABENGAN.CO.ID – Pada hari ketiga pencarian Aditya Santoso Darma (21) Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) yang dinyatakan hilang pada Kamis (2/5) sekitar pukul 16.00 WIB, Tim Gabungan dari Basarnas, BPBD Kapuas, Asmin dan dibantu oleh masyarakat, masih belum menemukan titik terang, bahkan tim memperluas area pencarian dari Sei Ahas sampai masuk wilayah Desa Petak Ketimpun.
Selain sulitnya untuk mendatangi lokasi dimana korban dinyatakan hilang, medianya yang harus melewati alur anak sungai bekas galian atau rei, tim harus mempergunakan perahu jenis Cess yang juga harus menunggu kondisi air pasang, untuk dapat sampai kelokasi titik nol.
Harun Rasyid selaku Kabid II Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kapuas mengungkapkan, dihari kedua pencarian tim baru bisa sampai kelokasi tersebut akibat air masih surut sehingga sekitar pukul 12.00 baru bergerak, dan pada pukul 17.00 Wib, menghentikan pencarian selain hari sudah mulai gelap dan juga kondisi cuaca sedang hujan.
“Di hari kedua pencarian kami bersama Tim Basarnas, BPBD TNI-Polri, pihak PT Asmin dan dibantu masyarakat. Pada pukul 17.00 WIB terpaksa menghentikan pencarian, selain hari mulai gelap dan juga kondisi cuaca sedang turun hujan, dan kita akan melanjutkan pencarian besok pagi,” katanya.
Masih menurut Harun untuk lokasi pencarian ini tim perlu kehati-hatian karena dianggap cukup berbahaya, selain areanya dipenuhi semak belukar yang tinggi dan juga ada gambut yang dalam dan terkesan lumpur hidup, sebab kalau terperosok bisa mencapai pinggang orang dewasa.
Untuk pencarian di hari ke-3 Minggu (5/5) tim memperluas area pencarian hingga radius 2 Km dari titik nol lokasi korban dinyatakan hilang hingga sampai kebatas tetangga yaitu Desa Petak Ketimpun. Bahkan dari informasi yang didapat, di hari kedua pencarian juga sudah dibantu orang pintar dengan menggelar ritual Sangiang. c-yul





