Spirit Kalteng

Umat Buddha Kalteng Rayakan Waisak

25
×

Umat Buddha Kalteng Rayakan Waisak

Sebarkan artikel ini
Umat Buddha Kalteng Rayakan Waisak
WAISAK-Umat Buddha Kota Palangka Raya melaksanakan ibadah Puja Bakti Hari Raya Waisak 2568 BE/2024 Masehi di Cetiya Kiat Yan Shi, Palangka Raya, Kamis (23/5). TABENGAN/YULIANUS

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Puluhan umat Buddha di Kota Palangka Raya mengikuti prosesi ibadah puncak Hari Raya Waisak 2568 BE/2024 di Cetiya Kiat Yan Shi, Jalan Damang Batu, Kamis (23/5) malam.

Terlihat seluruh umat sangat khidmat menjalani prosesi ibadah, terutama dalam pelaksanaan detik-detik Waisak yang ditandai dengan prosesi Puja Bakti dan meditasi.

Prosesi ini adalah ibadah puncak umat Buddha yang menandai pengorbanan dan perjuangan Sidarta untuk menjadi seorang Buddha.

Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Kalimantan Tengah Aphin mengatakan, Perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 di Palangka Raya tahun ini dipusatkan di Cetiya Kiat Yan Shi mengingat tahun lalu diadakan di tempat lain, jadi tahun ini di tempat yang berbeda.

“Tahun ini, berdasarkan keputusan bersama, termasuk keputusan Majelis Buddhayana Indonesia bahwa detik-detik Waisak akan jatuh pada pukul 20.52.42 WIB,” ungkap Aphin kepada Tabengan, tadi malam.

Aphin melanjutkan, tema Waisak tahun ini yakni Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan dalam Berbangsa. Hal tersebut selaras dengan tema Waisak seluruh Indonesia: Kesadaran Keberagaman Jalan Hidup Luhur, Harmonis, dan Bahagia.

“Tema peringatan ini diambil karena sangat relevan dengan konteks bangsa saat ini. Kesadaran bahwa bangsa ini kaya akan keragaman, sangat penting untuk merawat harmoni dan kerukunan,” imbuhnya.

Sebab, lanjut dia, kerukunan adalah pra syarat pembangunan dan memajukan bangsa ke depan.

Aphin menyebut umat Buddha di Kalteng tahun ini merayakan Waisak bukan cuma di Kalteng, tetapi ada juga yang berangkat ke Candi Borobudur sebagai pusat tempat perayaan Waisak di Indonesia.

“Kita di sini merayakan Waisak di masing-masing Vihara dan memang ini penting karena memperingati Tri Suci Waisak,” jelas Aphin.

Lebih lanjut Aphin menjelaskan, Tri Suci Waisak memperingati tiga peristiwa penting yang dilalui Buddha Gautama, yakni Kelahiran Pangeran Sidharta, Pertapa Sidharta menjadi Buddha, dan Buddha Gautama Parinibbana (wafat).

“Melalui Waisak, umat Buddha diingatkan untuk selalu mengenang perjuangan Guru Agung Buddha Gautama dalam menemukan Dhamma Kebenaran Mulia yang membawa umat manusia mencapai kebahagiaan,” jelasnya .

Kebenaran tersebut, tambah Aphin, yaitu kebenaran mulia atas adanya penderitaan, kebenaran mulia atas sebab penderitaan, kebenaran mulia atas jalan lenyapnya penderitaan, dan kebenaran mulia lenyapnya penderitaan. rmp