PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Perkebunan kelapa sawit sudah sejak lama menjadi primadona di Kalimantan Tengah (Kalteng). Lahan yang sangat luas, menjadi sasaran para investor untuk berinvestasi. Namun, menggiurkannya investasi kelapa sawit ini dibarengi dengan sejumlah masalah.
Kepemimpinan Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang (Terang) pada rentang 2005-2010 dan 2010-2015, berbagai aturan diterbitkan. Semua aturan tersebut bertujuan untuk mendatangkan harmonisasi antara pengusaha, pemerintah dan masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan tidak adanya konflik yang terjadi kala itu.
Aturan yang dibuat zaman Teras, semata bertujuan bagaimana investasi dapat aman dan lancar. Tidak itu saja, pengusaha kelapa sawit juga memberikan dukungan dalam pembangunan di Kalteng.
Menurut Senator Dapil Kalteng itu, masalah perkebunan kelapa sawit memang menjadi salah satu isu yang sangat menarik untuk dibahas. Fenomena yang terjadi belakangan ini di Kalteng, sebuah pembahasan yang menarik untuk diperbincangkan.
Bapak Pembangunan Kalteng ini menyampaikan, belum lama ini bertemu dengan teman-teman dari Sawit Watch atau Pemerhati Sawit, membahas permasalahan perkebunan sawit. Ada banyak program yang disampaikan dari Pemerhati Sawit berkelanjutan.
Diskusi yang dilakukan bersama dengan Pemerhati Sawit, kata Teras Narang, tidak saja berbagi informasi terkait dengan permasalahan sawit yang terjadi, tapi juga menyampaikan masukan dan saran.
“Saya hanya sekadar memberi dan berbagi pikir dan tindak, agar kiranya perkebunan sawit di tanah air dapat berhasil, dan berdaya guna bagi semua, sehingga diharapkan dapat terciptanya keadilan, kepastian, dan kemanfaatan, guna terciptanya kesejahteraan sosial bagi semuanya,” pesan Teras.
Terima kasih, kata Teras Narang, para sahabat dari Pemerhati Sawit (Sawit Watch) berkelanjutan, semoga selalu semangat, dan berkemampuan secara konsisten guna melaksanakan, dan menunaikan harapan bagi kepentingan bersama. Salam sehat, sukses dan terus semangat. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Kalau tidak kita, siapa lagi? ded











