*NasDem dan PKB Partai Kunci di Pilgub Kalteng
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Terbentuknya poros baru, yang menggandeng H Supian Hadi (SHD) dengan Faridawaty Darland Atjeh sebagai pasangan calon (Paslon) pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalteng 2024, bakal menjegal peluang H Agustiar Sabran dan Edy Pratowo, yang telah mengantongi rekomendasi dari DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Menurut pengamat politik Kalteng Jhon Retei Alfrisandy, potensi berpasangannya SHD dan Faridawaty patut dipertimbangkan. “Jika SHD dan Faridawaty berpasangan, maka peluang Agustiar-Edy tidak akan terwujud,” kata Jhon kepada Tabengan, Rabu (31/7).
Pasangan ini dinilai cukup kuat. SHD merupakan mantan Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) periode 2010-2021, memiliki kekuatan di wilayah barat dan memiliki basis massa yang militan.
Sedangkan Faridawaty merupakan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Kalteng, representatif kaum perempuan serta memiliki massa pendukung yang banyak di wilayah tengah.
Jika SHD mampu merangkul Partai NasDem dan PKB sebagai partai pengusung, maka kesempatan Agustiar yang telah diusung Gerindra akan sulit terwujud.
“Kalau SHD berhasil merangkul Partai NasDem dan PKB, maka peluang Agustiar yang sudah diusung Gerindra tidak akan terwujud,” jelasnya.
Diketahui, DPRD Kalteng memiliki 45 kursi, dengan persentase minimal 20 persen atau 9 kursi, harus dipenuhi untuk mengusung paslon di Pilgub Kalteng.
Berdasarkan komposisi kursi DPRD Kalteng periode 2024-2029 saat ini, ramai dibicarakan H Nadalsyah-Sigit Karyawan Yunianto (SKY) bakal diusung Demokrat dan PDIP, dengan total 16 kursi, kemudian H Abdul Razak-Perdie M Yoseph (PMY) diusung Golkar, Perindo dan PKS dengan 10 kursi.
Sementara, jika terjadi duet SHD-Faridawaty, saat ini SHD sudah mengantongi rekomendasi dari Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 4 kursi, ditambah NasDem 5 kursi dan jika berhasil menggandeng PKB 4 kursi, total partai koalisi memiliki 13 kursi.
“Jika 3 pasangan calon ini terwujud, total sudah 39 kursi,” ujarnya. Sedangkan pasangan Agustiar-Edy, lanjut Jhon, jika hanya menggunakan Gerindra yang memiliki 6 kursi otomatis tidak bisa mengusung karena harus 9 kursi.
Menurutnya, dengan komposisi ini, SHD harus mampu mengambil partai kunci, NasDem dan PKB yang belum memberikan arah politiknya kepada paslon lain.
“Tidak perlu menunggu lama, jika SHD ingin menghambat gerakan Agustiar-Edy, maka segeralah merangkul partai pengusung yang menjadi partai kunci,” pungkas Jhon. jef





