NANGA BULIK/TABENGAN.CO.ID-Warga di desa Purwareja, Kecamatan Sematu Jaya, Jumat (2/8) dihebohkan dengan aksi nekat beberapa orang yang diduga hendak mencuri amplifier masjid di Desa setempat. Pasalnya, sang pelaku melancarkan aksinya di siang bolong.
Namun aksi para pelaku kepergok warga. Merasa terdesak, salah satu terduga pelaku mengambil parang dari dalam mobil dan mengacungkannya ke arah warga sebelum kabur mengendarai mobil Daihatsu Ayla berwarna putih.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Lamandau AKBP Bronto Budiyono membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan Kapolres, sekira pukul 10.30 WIB ada mobil Daihatsu Ayla, bernopol KH 1854 PE yang dikendarai dua orang tak dikenal parkir di halaman Masjid Darusalam, Desa Purwareja.
Salah satu terduga pelaku, terang dia, kepergok warga mengambil amplifier dari masjid Darusalam Desa Purwareja yang disembunyikan di dalam jaket. Berusaha menghalangi para pelaku kabur, sejumlah warga berinisiatif menutup pagar masjid.
“Karena merasa terdesak, salah satu terduga pelaku mengambil parang dari dalam mobil dan diacungkan kepada warga agar tidak dikejar,” ungkap Kapolres, Jum’at (2/8).
Setelah yakin tidak ada warga yang mengejar, lanjut Kapolres, kedua terduga pelaku masuk mobil lalu menabrak pagar masjid hingga roboh dan kabur dari Lokasi kejadian, ke arah wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
“Sempat dilakukan pengejaran oleh Kapolsek Sematu Jaya, Iptu Paulina ke arah Pangkalan Bun, namun sampai daerah Bukit Sintang kehilangan jejak,” bebernya.
Saat ini, imbuh Kapolres, terduga pelaku masih dalam pengejaran. Ia berharap jika ada warga yang melihat ciri-ciri terduga pelaku dan kendaraan tersebut agar menginformasikan dan melaporkan ke kepolisian terdekat untuk dilakukan pengamanan dan pertanggung jawaban pelaku.
“Kami sudah koordinasi dengan jajaran Polsek sekitar dan Polres Kobar untuk melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Sematu Jaya, Purwanto menjelaskan, sebelum kabur, kedua terduga pelaku tersebut sudah diamati gerak geriknya oleh perangkat dan staf desa karena mencurigakan. Saat kepergok mengambil amplifier masjid, perangkat desa bersama warga berusaha mengamankan terduga pelaku. Karena membawa sajam, warga memilih untuk tidak melakukan pengejaran saat keduanya kabur.
“Kebetulan halaman masjid tempat terduga pelaku memarkirkan mobilnya berada tidak jauh dari kantor Desa,” tandasnya.(c-kar)











