PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bakal terjadi head to head. Sebab, diprediksi hanya akan diikuti 2 pasangan calon (paslon), Hj Nurhidayah-Suyanto dan Rahmat Hidayat-Eko Soemarno.
Meksi kedua paslon yang bakal maju dalam Pilkada Kobar belum mendeklasikan secara resmi, namun kedua pasangan yang siap memperebutkan posisi Bupati dan Wakil Bupati Kobar periode mendatang ini telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Diketahui, Hj Nurhidayah, mantan Bupati Kobar periode 2017-2022, saat proses memilih Calon Wakil Bupati yang akan mendampinginya, terlebih dahulu melakukan penjaringan. Sebanyak 10 orang nama masuk dalam bursa penjaringan. Mereka berasal dari partai politik, kader Partai Golkar, perorangan dan birokrat.
Akhirnya, pada Sabtu (3/8), beredar foto di media sosial bahwa Hj Nurhidayah akan berpasangan dengan Suyanto, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar, yang kini telah pensiun.
Perjalanan dalam memilih Calon Wakil Bupati untuk mendampingi Hj Nurhidayah terbilang ketat dan makan waktu hampir tiga bulan. DPD Partai Golkar Kabupaten Kobar telah membulatkan tekad hanya mengusung satu nama dalam Pilkada Kobar yakni Hj Nurhidayah, yang kemudian DPD Partai Golkar Kobar pun melakukan poling dan survei terhadap 10 nama Calon Wakil Bupati Kobar yang akan dampingi Hj Nurhidayah.
Survei yang dilakukan DPP Golkar bukan hanya satu bulan, akan tetapi dilakukan hampir dua bulan lebih, yang sebelumnya pun telah dilakukan poling internal partai. Bahkan, dari 10 nama akhirnya mengerucut hanya 3 nama saja. Survei pun makin ketat dilaksanakan oleh DPP Partai Golkar.
Dan akhirnya, pada Bulan Agustus 2024, mendekati masa pendaftaran Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Kobar, terjawablah teka-teki pendamping Hj Nurhidayah, yakni Suyanto, mantan Sekda Kobar.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kobar H Wisman ketika dikonfirmasi Tabengan membenarkan, yang akan mendampingi Hj Nurhidayah adalah Suyanto SH MH. Untuk selanjutnya DPD Partai Golkar masih menunggu penyerahan formulir B1KWK.
“Kami masih menunggu penyerahan B1KWK dari DPP Partai Golkar yang insya Allah akan diserahkan oleh Ketua Umum pada tanggal 12 Agustus 2024 di Jakarta,” ujar H Wisman.
Sementara itu, Rahmat Hidayat, Bakal Calon Bupati, dalam setiap pertemuan dengan masyarakat, kerap kali menghadirkan Eko Soemarno, dan dalam pertemuan tersebut, nama Eko Soemarno disebutkan yang akan mendampingi dirinya dalam Pilkada Kobar.
Figur Eko Soemarno juga sangat dikenal oleh masyarakat, dimana Eko Soemarno merupakan tokoh masyarakat cukup dikenal dekat dan peduli kepada masyarakat.
Eko Soemarno yang kesehariannya menjabat sebagai Notaris, juga merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN). Bahkan pada tahun 2010 Eko Soemarno Calon Wakil Bupati yang berpasangan dengan Sugianto Sabran pada Pilkada Kobar, namun langkah keduanya terhenti tidak sampai dilantik, karena putusan diskualifikasi oleh MK, atas gugatan dari Ujang Iskandar (Calon Bupati) yang berpasangan dengan Bambang Purwanto (Calon Wakil Bupati).
Hingga saat ini, masyarakat masih bertanya-tanya partai yang akan mengusung pasangan Rahmat Hidayat-Eko Soemarno. Awalnya santer dikabarkan DPC PDIP Kobar akan mengusung Rahmat Hidayat dalam Pilkada Kobar, tetapi informasi yang didapat DPP PDIP telah mengeluarkan surat tugas kepada salah satu kader untuk mendampingi Hj Nurhidayah, namun DPP Partai Golkar telah memutuskan Suyanto SH MH sebagai Calon Wakil Bupati Kobar pendamping Hj Nurhidayah.
Jika Partai Golkar yang memperoleh 6 kursi di DPRD Kobar hasil Pemilu tahun ini hanya mengusung Hj Nurhidayah, lantas bagaimana dengan partai lainnya yang sama-sama memperoleh kursi di DPRD Kobar seperti PDIP (7 kursi) , Partai Gerinda (6 kursi), NasDem (3 kursi), PAN (2 kursi), PKS (1 kursi), PKB (2 kursi) dan Partai Demokrat (3 kursi). Hingga saat ini partai-partai tersebut belum menyatakan sikap putusan dalam Pilkada Kobar.
Dilihat dari perolehan kursi di DPRD Kobar, ada peluang paslon yang ikut dalam Pilkada Kobar bisa 4 paslon. Pasalnya, 3 partai politik seperti Golkar, PDIP dan Partai Gerindra bisa mengusung sendiri hingga muncul tiga paslon, kemudian partai lainnya bergabung dan dapat mengusung palson sendiri.
Akan tetapi, hingga saat ini dan bukan rahasia umum lagi hanya Hj. Nurhidayah dan Rahmat Hidayat saja yang telah terus terang dan terbuka mengumandangkan kesiapannya akan maju dalam Pilkada Kobar. c-uli











