SPIRIT POLITIK

POLEMIK HASIL SURVEI POLTRACKING-Tim Willy-Habib Berencana Tempuh Jalur Hukum

34
×

POLEMIK HASIL SURVEI POLTRACKING-Tim Willy-Habib Berencana Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini
JUMPA PERS-Tim Willy-Habib menggelar jumpa pers terkait polemik hasil survei yang dilakukan Poltracking, membuat keresahan masyarakat, Selasa (3/9), di Palangka Raya. TABENGAN/DEDY

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Rilis berita terkait dengan hasil survei yang dikeluarkan Poltracking, terhadap 4 calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) menuai kritikan. Humas Tim Willy-Habib yang terdiri dari Syahrudin Durasid, Anggoro Dian Purnomo, dan Donny Yohanes Laseduw, memberikan komentar terkait dengan hasil survei tersebut.

Syahrudin Durasid dengan tegas menyatakan, hasil survei yang dilakukan Poltracking itu pembohongan publik. Melihat dari data yang digunakan untuk survei, 1-7 Agustus 2024, saat itu bisa dipastikan baru ada 1 bakal pasangan calon. Tentu ini menjadi pertanyaan besar, bagaimana Poltracking bisa mengetahui 3 nama bapaslon lainnya.

“Ingat, hasil survei itu jelas pembohongan publik dan menyesatkan. Sebab, 1-7 Agustus tidak ada pasangan Willy-Habib, tidak ada pasangan Razak-Sri Suwanto, dan tidak ada pasangan Nadalsyah (Koyem)-Supian Hadi (SDH). Pada saat itu masih ramai pasangan Nadalsyah-Sigit, dan Razak-Perdi,” tegas Syahrudin, saat dibincangi terkait hasil survei Poltracking, Selasa (3/9), di Palangka Raya.

Syahdu sapaan akrab Syahrudin Durasid melanjutkan, pasangan Willy-Habib datanya baru diketahui publik, 27 Agustus 2024, dan baru diumumkan 28 Agustus 2024 pada malam hari. Demikian juga pasangan lainnya, baru muncul jelang akhir-akhir pendaftaran. Apa yang dilakukan Poltracking ini jelas menjadi tanda tanya, tidak sesuai dengan standar sebuah lembaga survei.

“Pertanyaan kita, bagaimana Poltracking bisa mendapatkan data dan nama-nama tersebut untuk disurvei, sementara nama itu baru keluar pada akhir Agustus 2024. Belum ada nama yang dicalonkan, namun sudah ada hasil survei, ini jelas hasil survei tersebut pembohongan publik,” tambah Syahdu.

Menurut Syahdu, pihak yang memiliki kewenangan atas hasil survei tersebut, harus memberikan penjelasan, dan melakukan klarifikasi, bagaimana, dan dari mana data itu bisa muncul. Bagi pasangan Willy-Habib, hasil survei ini jelas informasi bohong atau hoaks.

“Apabila hasil survei ini berasal dari salah satu paslon, tentunya sangat disayangkan, dan menjadi start yang buruk, karena baru mulai kompetisi saja sudah menyebarkan kebohongan,” kata Syahdu.

Sementara itu, Bidang Hukum Tim Willy-Habib, Donny Yohanes Laseduw menegaskan, tim berencana menempuh jalur hukum atas hasil survei bohong tersebut. Bagaimanapun, data ini harus diklarifikasi oleh Poltracking yang menyampaikan hasil survei tersebut.

“Tim Willy-Habib akan segera melakukan koordinasi, untuk menyampaikan secara resmi, permintaan klarifikasi dari Poltracking atas data yang dinilai meresahkan masyarakat itu. Hasil klarifikasi ini nantinya, akan diketahui siapa yang berbohong, atau siapa yang menggunakan cara tidak santun dalam berkompetisi,” tegas Donny.

Donny menambahkan, terkait dengan sejumlah tokoh yang sudah memposting hasil survei tersebut, Tim Willy-Habib masih belum terpikirkan untuk melaporkan yang bersangkutan, dengan menggunakan UU ITE, atas dugaan penyebar berita bohong/hoaks. ded

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *