-
SPIRIT POLITIK

Rebutan Suara Pemilih Rasional dan Tradisional di Pilwali Palangka Raya

58
×

Rebutan Suara Pemilih Rasional dan Tradisional di Pilwali Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Perebutan kursi kepemimpinan di Kota Palangka Raya diprediksi berlangsung sengit. Adu taktik meraup suara pemilih antara koalisi gemuk yang mendukung petahana Fairid Naparin-Achmad Zaini melawan Rojikinnor-Vina Panduwinata, tersaji pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Palangka Raya, 27 November 2024.

Diketahui, dukungan partai politik (parpol) untuk kedua bakal pasangan calon sangat jomplang. Fairid-Zaini diusung dan didukung Partai Golkar, Demokrat, NasDem, PKB, Gerindra, Perindo, PSI, Hanura, PKS, PPP, Partai Buruh, PBB dan Partai Ummat. Sementara, Rojikin-Vina hanya didukung PAN, PDIP, Garuda dan PKN.

Meski didukung koalisi gemuk, belum ada jaminan Pilwali ini bakal dimenangkan pasangan Fairid-Zaini. Sebab, politik itu dinamis dan suara pemilih dapat berubah sewaktu-waktu. Kemenangan hanya akan diraih bagi paslon yang menerapkan taktik jitu dalam merebut hati pemilih, khususnya pemilih rasional dan pemilih tradisional yang ada di Kota Cantik.

Pengamat politik sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) Ricky Zulfauzan menilai, Pilwali Palangka Raya menarik diamati.

“Karena hanya diikuti dua paslon yang akan head to head dan pertarungan suara di antar-kecamatan bakal berlangsung seru,” kata Ricky kepada Tabengan, Selasa (10/9).

Berdasarkan rilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya, Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilkada berjumlah 218.567 jiwa dengan 415 Tempat Pemungutan Suara (TPS), 108.250 pemilih perempuan dan 110.317 pemilih laki-laki. Jumlah DPS meningkat dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 lalu yang hanya sebanyak 211.423 jiwa.

DPS Kecamatan Jekan Raya terbanyak dengan 113.602 pemilih dengan 208 TPS, diikuti Pahandut 72.494 pemilih dengan 129 TPS, Sabangau 18.845 pemilih dengan 39 TPS, Bukit Batu 10.706 pemilih dengan 29 TPS dan Kecamatan Rakumpit 2.920 pemilih dengan 10 TPS.

“Kota Palangka Raya ini unik dan istimewa, karena menjadi kota dan pusat pendidikan di Kalteng. Cenderung terpapar lebih banyak informasi dibanding kabupaten lain dan yang kaya akan informasi. Selain itu, tingkat pendidikan di Kota Palangka Raya yang cukup besar atau juga rata-rata di Perguruan Tinggi,” ujarnya.

Sehingga pemilih yang ada cenderung banyak bisa disebut pemilih rasional. “Pemilih di Palangka Raya ini memilih tidak berdasarkan pada ikatan kesukuan, agama ataupun ikatan primordial (bawaan) lainnya. Mereka juga memilih tidak berdasarkan uang atau money politic. Tetapi lebih rasional dalam menentukan pilihan politiknya,” bebernya.

Dikatakan, pemetaan berdasarkan kecamatan, Sabangau, Bukit Batu dan Rakumpit masih berpeluang untuk dilakukan politik transaksional atau money politic.

“Untuk Jekan Raya ini masih lumayan sulit karena banyak pemilih rasional, sedangkan untuk Pahandut ini masih ada sedikit kemungkinan yang pemilih tradisional, tetapi masih cair dan dinamis dalam memilih,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, peluang kedua bapaslon sama besar merebut hati pemilih. Meskipun secara kasat mata pasangan Farid-Zaini bermodalkan koalisi gemuk, namun Rojokin yang menggandeng Vina tidak boleh dipandang sebelah mata, karena Vina berpeluang besar merebut pemilih Kristen dan kaum perempuan yang cukup besar di kota ini.

“Walaupun pengaruhnya tak terlalu besar, karena pemilih Kristen ini cenderung banyak dari kalangan terdidik. Sehingga mereka memilih bukan berdasarkan identias agama tetapi berdasarkan gagasan,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, hingga hari ini suara masih cenderung ke Fairid Naparin, indikasinya bisa dilihat dari selama Fairid menjabat. “Selama menjabat, Fairid tidak punya masalah atau rekam jejaknya tidak bermasalah. Ia juga dianggap sebagai orang kampus atau yang memiliki sekolah dan berpendidikan sehingga pemilih rasional tetap akan kembali memilih Fairid,” jelasnya.

Sementara Rojikin tetap memiliki kesempatan dalam merebut suara pemilih. Karena pemilih yang unik karena cenderung rasional. Jadi, Rojikin-Vina bisa menggunakan cara-cara atau pola-pola baru dalam mendulang suara.

“Cara yang bisa digunakan dengan mengadakan diskusi publik, karena dia memilih backround pendidikan yang matang. Maka dengan diskusi publik bisa merebut suara pemilih,” terangnya.

Diskusi yang diadakan harus lebih menyampaikan visi misi dan fokus pada program kerja serta tidak banyak gimik yang dapat menghilangkan substansi.

“Saat diskusi publik perkuat gagasan yang akan dijual tanpa kemudian menjelek-jelekan paslon lain, karena beresiko akan menghilangkan substansi dialog,” ujarnya.

Dikatakan, Rojikin-Vina juga dapat memanfaatkan peluang didukung tokoh, seperti mantan Wali Kota Palangka Raya dua periode HM Riban Satia. “Dengan didukung Riban, Rojikinnor harus memanfaatkan ini dengan mendulang suara sebanyak-banyaknya. Sehingga dapat mengimbangi suara dari petahana,” urainya.

Ia menilai pasangan Rojikin-Vina bisa mendulung suara cukup besar di Pahandut, karena selama ini daerah tersebut sangat diperhatikan Riban selama menjabat. “Kesempatan ini harus dimaksimalkan,” sarannya.

Pahandut juga dikatakan sebagai battle ground atau medan tempur. “Walaupun Jekan Raya memiliki DPS terbanyak, yang akan menjadi perang perebutan suara ada di Pahandut karena pemilihnya yang lebih cair,” tutur Ricky.

Bakal Calon Wali Kota (Bacawali) Palangka Raya Rojikinnor menyebut, dalam merebut hati masyarakat untuk memilihnya, ia menggunakan pola-pola diskusi dan blusukan ke masyarakat untuk mengetahui langsung aspirasi warga.

“Pola merebut suara pemilih sudah kami jalankan. Kemarin, Senin (9/9), saya sebagai pembicara di Asean Youth Movement yang dihelat di Hotel Luwansa dengan peserta 700 lebih, ada pemilih pemula dari SMA, dan mahasiswa dibeberapa perguruan tinggi di Palangka Raya,” ujarnya  kepada Tabengan, Selasa (10/9).

Selain itu, mantan Sekda Kota Palangka Raya itu juga mengaku sudah turun dan blusukan ke perkampungan warga utk mendengrakan aspirasi.

Sementara itu, Bacawawali pendamping Fairid, Achmad Zaini saat dihubungi belum memberikan respons, hingga berita ini diturunkan. rmp

-
-
-