-
Spirit Kalteng

PT Arsy Nusantara Setop Total Habis Modal

1072
×

PT Arsy Nusantara Setop Total Habis Modal

Sebarkan artikel ini
ALAT BERAT-Tampak sebagian alat berat PT Arsy Nusantara meninggalkan lokasi tambang, foto diambil beberapa waktu lalu. TABENGAN/HERTOSI
-

MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – PT Arsy Nusantara, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara di wilayah Desa Jangkang Baru, Kecamatan Lahei Barat, Kabupaten Barito Utara (Barut), sudah tidak beroperasi lagi sejak beberapa pekan terakhir.

“Kemarin memang ada pihak dari manajemen perusaan memberitahukan kepada kami, info yang kami terima mereka berhenti bekerja,” kata Camat Lahei Barat Adi Suwarman, membenarkan kabar berhentinya kegiatan PT Arsy Nusantara, ketika dihubungi, baru-baru ini.

Dikatakan Adi, untuk masalah ke depannya, bekerja atau tidaknya perusahaan itu, masih menunggu petunjuk dan permasalahan sudah selesai.

“Jadi sementara ini mereka memang sudah setop untuk bekerja. Itu info yang mereka sampaikan kepada kami, akan tetapi secara detailnya kami tidak bisa terlalu mencampuri,” bebernya.

Sementara itu, Manajer PT Arsy Nusantara Deni  mengatakan, pihaknya memang sudah tidak beroperasi lagi dan tutup total.

“Ia benar kami sudah tidak beroperasi lagi, sudah setop total, sudah habis modal, bulan Agustus lalu kami sudah setop,” kata Deni ketika dihubungi, awal September lalu.

Mantir Adat Desa Jangkang Baru Akhmad Afiat Hadiyani menyampaikan sikap terhadap  kepergian perusahaan pertambangan itu yang meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat setempat.

Pasalnya, aktivitas perusahaan tersebut telah merusak semenitasi jalan usaha tani Pantung, yang sampai saat ini masih belum diperbaiki atau diganti. Kemudian, pembongkaran jembatan usaha tani pantung yang dibuat dari Dana Desa belum jelas penggantiannya.

“Hingga saat ini warga masih kesulitan air bersih untuk diminum setelah Sungai Jabung tidak dapat digunakan lagi. Fit tambang yang berada di Pantung tidak jauh dari permukiman warga, apakah akan direlakmasi atau tidak karena menghindari dampaknya di kemudian hari masih belum jelas,” ungkap Akhmad.

Sementara itu, Anggota DPRD Barut H Tajeri mempertanyakan kewajiban perusahaan tersbut terhadap desa yang ditinggal, apakah sudah dilaksanakan? Beberapa kewajiban perusahaaan, memperbaiki jalan usaha tani yang digusur, permasalahan air bersih karena  Sungai Jabung yang tercemar.

“Semua permasalahan yang ada di desa itu akibat aktivitas perusahaan, seharusnya diselesaikan sebelum perusahaan meninggalkan desa,” kata Tajeri, kepada Tabengan, Rabu (18/9).

Hal itu ia sampaikan, karena mendapatkan laporan warga kepadanya beberapa waktu lalu. Ia meminta pemerintah daerah melalui Camat setempat harus sigap menuntut masalah ini ke perusahaan. Karena perusahaan itu berada di wilayah Kecamatan Lahei Barat.

“Apakah dibiarkan begitu saja, dari dampak aktivitas perusahaan lalu siapa yang akan bertanggung jawab. Apakah benar alasan perusahaan tutup karena habis modal? Karena saya juga ada mendengar informasi, PT Arsy Nusantara setop operasi karena kehabisan modal,” tuturnya.

Ia yakin masyarakat tidak buta. Ia juga mengingatkan kembali, apakah permasalahan terminal khusus milik PT Arsy Nusantara yang dilaporkan masyarakat ke penegak hukum di Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) sudah tuntas. “Kita tunggu informasinya,” pungkas Tajeri. c-hrt

 

-
-
-