*Fairid-Zaini Unggul Tapi Stagnan, Rojikin-Vina Beri Kejutan?
PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) Palangka Raya dinilai kurang greget dan euforia maupun antusias dari masyarakat juga terlihat tak terlalu mempedulikan pesta demokrasi yang digelar lima tahunan sekali itu.
Pasangan calon (paslon) yang resmi bertarung di Pilwali, nomor urut 1 Rojikinnor-Vina Panduwinata dan Fairid Naparin-Achmad Zaini nomor urut 2. Kedua paslon dinilai cenderung melakukan gaya kampanye yang biasa, hanya turun mendengar aspirasi masyarakat dan mengadakan berbagai kegiatan.
Pengamat Politik Kalteng sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) Ricky Zulfauzan mengatakan, hal itu disebabkan beberapa hal yang membuat Pilwali kurang greget.
Dijelaskan, secara umum di seluruh Indonesia, gaung Pilkada tidak semeriah Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) Februari lalu.
“Sama halnya dengan Pilwali Palangka Raya. Khusus untuk Palangka Raya kurang greget, karena beberapa nama yang digadang-gadang muncul, tidak jadi mendaftar sebagai calon,” ujar Ricky saat dihubungi Tabengan, Kamis (17/10).
Diketahui, banyak nama yang diprediksi maju di Pilwali, disayangkan tidak jadi. Sebut saja politisi muda PDIP sekaligus Anggota DPRD Palangka Raya Sigit Widodo, istri Gubernur Kalteng Yulistra Ivo Sugianto Sabran dan pengusaha muda Axcel Narang serta beberapa tokoh birokrat, akademisi dan tokoh lainnya.
Karena ketidakmunculan tokoh-tokoh potensial tadi, hingga saat ini, untuk Pilwali posisi Fairid-Zaini masih kuat, meskipun cenderung stagnan.
“Justru yang menarik duet Rojikin-Vina yang memunculkan banyak figur kuat di belakangnya, ada mantan Wali Kota dua periode HM Riban Satia, Anggota DPR RI M Syauqi, mantan Wagub Kalteng dua periode Achmad Diran dan tokoh lainnya yang memiliki cukup besar pengaruhnya,” bebernya.
Anggota Dewan Pakar Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini menilai, baik Rojikin-Vina maupun Fairid-Zaini nanti akan bertarung habis-habisan di dua kecamatan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbesar.
“Yang akan menjadi battle ground (medan perang) tentunya Kecamatan Jekan Raya dan Pahandut, karena besarnya jumlah pemilih yang masing-masing memiliki 112.915 pemilih dan 72.040 pemilih dan lebih besar dari tiga kecamatan lainnya,” imbuhnya.
Alumnus Doktoral Ilmu Politik Universitas Airlangga itu juga menyebut, pasangan Rojikinnor-Vina cukup kreatif dengan menggandeng tokoh-tokoh. Sebaliknya Fairid-Zaini kurang nampak gerakannya.
“Harusnya Fairid yang mewakili generasi milenial bisa lebih kreatif untuk menarik suara pemilih muda,” jelasnya.
Sementara itu, terkait paslon mana yang memiliki potensi untuk mendulang suara terbanyak, alumnus Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat itu menyebut hasilnya bisa sama-sama ditunggu pasca pemilihan. rmp











