+ Wabup Kotim Pantau Arus Mudik Jalur Darat
PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID- Hingga H-4 hari raya Idul Fitri 1446 hijriah, jumlah pemudik yang telah keluar dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai Kabupaten Kotawaringin Barat, 12.819 penumpang dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Sementara jumlah pemudik yang masuk ke Pelabuhan Panglima Utar Kumai 1.924 penumpang.
Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Panglima Utar Kumai Hari Suryanto mengatakan untuk angkutan lebaran tahun ini ada 9 armada dari dua operator kapal yakni PT.Pelni sebanyak 5 armada dan PT. Dharma Lautan Utama sebanyak 4 armada, sementara jumlah kunjungan kapal (call) selama Angkutan mudik Lebaran ini sebanyak 22 call .
Hari Suryanto pun menyampaikan bahwa dari jumlah armada yang sebanyak 9 armada ,total kapasitas penumpang berjumlah 23.201 penumpang, angka tersebut sudah termasuk dispensasi jumlah penumpang yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan .
Dan lanjut Hari, hingga H-4 Idul Fitri atau tanggal 27 Maret 2025, dari 22 kunjungan tersisa 9 kunjungan dengan jumlah kapasitas sebanyak 9.785 penumpang.
Hari pun merincikan ,untuk angkutan lebaran dari PT Pelni sebanyak 5 armada yakni KM Leuser, KM Lawit, KM Binaiya, KM Awu dan KM Kelimutu dengan jumlah kapasitas sebanyak 16.044 penumpang, dengan jumlah kunjungan sebanyak 11 call.
Sementara lanjut Hari Suryanto, armada milik PT. Dharma Lautan Utama sebanyak 4 armada yakni KM. Dharma Rucutra 9, KM .Dharma Kencana III, KM. Kirana III dan KM. Kirana dengan total kapasitas sebanyak 7.157 penumpang dan jumlah kunjungan sebanyak 11 call .
“Kami berupaya keras untuk memberikan pelayanan terbaik kepada calon penumpang yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran, dan kami pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran mudik Lebaran di Pelabuhan Panglima Utar Kumai,” ujar Hari Suryanto.
Sementara itu Kepala Kantor PT Dharma Lautan Utama cabang Kumai Agus Supriyanto mengatakan sejak awal bulan Ramadan hingga H-4 Idul Fitri, armada milik PT Dharma Lautan Utama telah melakukan kunjungan sebanyak 28 call , dengan jumlah yang terangkut sebanyak 13 ribu penumpang.
Agus pun dengan tegas mengatakan, kepada calon penumpang yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran melalui jalur laut, agar berhati hati dalam memperoleh tiket, jangan sampai tertipu oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kami dari jauh hari telah mensosialisasikan kepada masyarakat khususnya yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran dengan menggunakan armada milik PT Dharma Lautan Utama, bahwa kami tidak menjual tiket melalui media sosial manapun , untuk keamanan sebaiknya calon penumpang bisa membeli tiket ke kantor kami di Kumai atau ke agen agen resmi PT Dharma Lautan Utama,” ujar Agus Supriyanto.
Wabup Kotim Pantau Arus Mudik Jalur Darat
Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati memantau arus mudik di jalur darat yakni di Terminal Patih Rumbih Sampit, Kotim Rabu (26/3) malam.
Wabup bersama tim dari Dinas Perhubungan Kotim melakukan pemantauan untuk memastikan kesiapan armada bus yang melayani masyarakat yang akan mudik lebaran nantinya.
“Kami memastikan bahwa seluruh bus dalam kondisi layak jalan, pengemudi dalam keadaan sehat, serta fasilitas terminal berjalan dengan baik,” ujarnya.
Pemerintah Daerah menurutnya terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan para pemudik.
Wabup berharap semoga seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik baik melalui jalur darat, laut dan udara diberikan keselamatan dan kelancaran hingga sampai ke tujuan.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Rody Kamislam, menambahkan jika kenaikan jumlah penumpang sudah mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir
Dirinya menyebut diperkirakan jumlah penumpang akan mengalami kenaikan sekitar 10-15 persen pada mudik Lebaran tahun 2025 ini.
Rody menjelaskan peningkatan jumlah penumpang ini dipengaruhi oleh adanya program mudik gratis yang diselenggarakan oleh beberapa PO bus di Provinsi Kalimantan Tengah. Meskipun Kotim hanya menjadi tempat transit, namun hal ini tetap memberikan dampak pada peningkatan jumlah penumpang yang melalui wilayah tersebut.
Diungkapkan, mulai 21 Maret 2025 hingga saat ini telah ada 2180 transit, 373 masyarakat yang turun dan 225 yang naik ke bus dari Terminal Patih Rumbih.
“Kotim memang hanya menjadi tempat transit, agennya ada di Palangka Raya dan Pangkalan Bun. Namun, program mudik gratis ini tetap berkontribusi terhadap peningkatan jumlah penumpang yang melewati Kotim,” ujarnya. c-uli/c-may











