Hukrim

Warga Diimbau Waspada Beraktivitas di Sungai Mentaya

31
×

Warga Diimbau Waspada Beraktivitas di Sungai Mentaya

Sebarkan artikel ini
Warga Diimbau Waspada Beraktivitas di Sungai Mentaya
BUAYA-Tim SAR Gabungan ketika mengevakuasi Sani (35) korban terkaman buaya Sungai Mentaya beberapa waktu lalu. FOTO ISTIMEWA

SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit meminta masyarakat untuk waspada dan berhati-hati ketika beraktivitas di pinggir Sungai Mentaya. Imbauan ini diberikan pasca tewasnya Sani (35) akibat diterkam buaya ketika mandi di pinggir sungai.

Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah, mengatakan di Sungai Mentaya terdapat dua jenis buaya. Yakni buaya Muara dan Sapit atau dikenal dengan Sinyulong. Habitat buaya tersebut berada di wilayah Kecamatan Teluk Sampit, di sekitar muara Sungai Mentaya.

Sedangkan beberapa daerah yang rawan terjadi konflik antara buaya dan manusia berada di Kecamatan Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Mentaya Hilir Utara, Seranau, Cempaga dan Mentawa Baru Ketapang.

“Hasil pengamatan kami, buaya yang menyerang korban Sani diperkirakan memiliki ukuran yang cukup besar, sekitar 4-5 meter dan berjenis buaya muara,” katanya, Senin (7/4).

Ia menerangkan, BKSDA Pos Sampit telah rutin memasang spanduk imbauan dan peringatan terkait kemunculan buaya dan hati-hati saat beraktivitas di sungai. Pihaknya bahkan telah mengimbau masyarakat setempat untuk tidak memelihara ternak di atas atau tepi sungai.

Selain itu, tidak membuang bangkai binatang ke sungai, karena hal tersebut dapat mengundang buaya datang ke wilayah perairan desa tempat warga bermukim.

“Ketika habitat atau tempat tinggal buaya terganggu dan mengalami kerusakan, maka turut berdampak pada makanan alaminya. Buaya akan berpindah mencari area baru untuk makan,” pungkasnya. fwa