Hukrim

Granat Palangka Raya Desak Peningkatan Pengawasan di Lapas Palangka Raya

26
×

Granat Palangka Raya Desak Peningkatan Pengawasan di Lapas Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Granat Palangka Raya Desak Peningkatan Pengawasan di Lapas Palangka Raya
Ketua DPC Granat Palangka Raya Wenteng Asang

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Ketua DPC Gerakan Anti Narkotika (Granat) Palangka Raya Wenteng Asang, menegaskan pentingnya peran petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dalam memberantas peredaran narkoba di dalam penjara. Menurutnya, seluruh unsur di Lapas harus segera melakukan pembenahan diri dan menjadi garda terdepan dalam upaya pemberantasan narkotika.

Hal ini diungkapkan menyusul terjadinya upaya penyelundupan narkotika jenis sabu ke dalam Lapas Palangka Raya. Miris, sabu yang hendak dibawa masuk ke dalam Lapas tergolong banyak, yakni 45 gram yang dikemas dalam delapan paket plastik.

“Harus dimulai dari dalam Lapas. Petugas, semua unsur yang ada di sana, harus berbenah diri dan memperketat pengawasan keluar masuk barang, termasuk narkoba,” ujar, Selasa (8/4).

Wenteng juga menyoroti pentingnya razia rutin sebagai langkah konkret untuk mencegah peredaran narkoba, dan memperkuat sinergi antara Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, serta Aparat Penegak Hukum (APH).

“Lapas Palangka Raya harus terus meningkatkan sinergi mereka di lapangan agar upaya pemberantasan narkoba berjalan maksimal,” katanya.

Tidak hanya itu, Wenteng Asang juga menekankan perlunya penguatan integritas para petugas Lapas. Menurutnya, pengawasan yang ketat dan penerapan sanksi yang tegas terhadap petugas yang terlibat dalam penyalahgunaan wewenang akan menjadi langkah penting.

“Petugas yang bermain-main dengan hukum harus diberi sanksi yang keras, integritas mereka harus diperkuat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut juga mengungkapkan kekhawatiran terkait beberapa oknum petugas yang bermain dalam jaringan peredaran narkoba di dalam Lapas. Wenteng menyebut bahwa para penjahat di dalam Lapas cenderung lebih leluasa dalam melakukan peredaran narkoba karena adanya kelemahan dalam pengawasan.

“Bukan hal yang tabu, terkadang ada petugas yang bermain. Mereka mudah dipengaruhi dan itu membuat para penjahat merasa lebih aman,” ungkapnya.

Dengan adanya perhatian lebih terhadap pengawasan dan penegakan hukum yang lebih ketat, Wenteng berharap peredaran narkoba di Lapas dapat ditekan dan diberantas dengan lebih efektif. fwa