

NANGA BULIK/TAMIANG LAYANG/BUNTOK – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) selama kurang lebih 3 jam pada Senin (14/4) malam, mengakibatkan banjir di sejumlah daerah. Tiga kabupaten dilaporkan terdampak, di antaranya Lamandau, Barito Timur dan Barito Selatan.
Dari pendataan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, sebanyak 63 jiwa dari 15 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang merendam sejumlah permukiman warga dan menggenangi akses jalan poros.
“Hujan deras dari sekira pukul 14.30 sampai 17.30 WIB pada Senin kemarin, menyebabkan Sungai Sematu meluap dan mengakibatkan banjir di Desa Purwareja,” jelas Kepala BPBD Lamandau Hendikel, Selasa (15/4).
Disebutkan, banjir menggenangi dua titik di jalan poros Desa Purwareja dan Desa Jangkar Prima. Titik terparah berada di lintasan Sungai Sematu, dengan kedalaman genangan mencapai 40-50 sentimeter dan panjang genangan sekitar 50 meter.
Delapan unit rumah terendam banjir, sementara tujuh unit rumah lainnya terdampak. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Lamandau langsung berkoordinasi dengan Ketua RT 12 Desa Purwareja dan melakukan kaji cepat untuk menentukan langkah penanganan.
Mereka juga bekerja sama dengan aparat desa setempat untuk memastikan keselamatan warga dan memberikan bantuan yang dibutuhkan.
“Berkat kerja sama tim dan warga, air telah surut di permukiman warga dan jalan penghubung desa sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” tambah Hendikel.
Meskipun air telah surut, BPBD Lamandau tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan cuaca dan kondisi sungai, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.
“Kami dari BPBD juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, terutama di musim hujan seperti saat ini,” katanya.
Banjir Bartim
Banjir juga merendam sejumlah rumah warga di Desa Kalinapu, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Barito Timur (Bartim). Sedikitnya tujuh rumah dilaporkan terdampak akibat meningkatnya debit air.
Kepala Desa Kalinapu, Hairollah mengatakan, hingga pukul 12.10 WIB, air sudah memasuki tujuh rumah warga dengan ketinggian bervariasi.
“Ketinggian air yang masuk ke rumah warga bervariasi dari 15 cm, 20 cm, hingga 30 cm,” ungkap Hairollah saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa.
Ia menjelaskan, debit air meningkat sekitar 10 cm sejak pagi hari dan berpotensi terus bertambah karena curah hujan tinggi serta kiriman air dari sungai di wilayah hulu.
“Debit air ini akan terus meningkat karena cuaca dan juga dari sungai hulu,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Hairollah mengimbau warga untuk tetap siaga, terutama dalam mengamankan instalasi listrik serta menjaga keselamatan anak-anak.
“Awasi anak-anak dan perhatikan jaringan listrik agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bartim Ahmad Gazali menyatakan, belum menerima laporan banjir terbaru dari wilayah tersebut.
“Tidak ada laporan banjir untuk saat ini, namun sebelumnya sekitar dua minggu lalu ada banjir di Desa Kalinapu,” ujarnya singkat.
Jalan Raya Buntok Tergenang
Dalam beberapa hari belakangan ini, intensitas curah hujan di wilayah Kabupatan Barito Selatan (Barsel) tidak terlalu tinggi, namun diperkirakan instensitas curah hujan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito bagian hulu cukup tinggi.
Akibatnya, volume dan debit air DAS Barito meningkat. Sejumlah anak sungai di wilayah Barsel airnya saat ini meningkat hingga melewati bibir sungai, dan hal itu berdampak terhadap sejumlah jalan raya di Kota Buntok yang kini mulai terendam banjir.
Diperkirakan, tingginya volume air di Barsel akibat tingginya curah hujan di hulu, seperti wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) dan Kabupaten Murung Raya (Mura). Artinya, banjir tersebut juga ditambah kiriman air dari bagian hulu.
Pantauan Tabengan, sejumlah anak sungai di Barsel volume air meningkat setiap hari, bahkan sudah melimpah ke daratan. Contoh, Sungai Tabuk, anak sungai yang membelah Kota Buntok, kini volume airnya meningkat hingga melebihi bibir sungai dan meluap ke daratan.
Amah Diang, salah satu warga Kangkung Jalan Pahlawan Atas Buntok mengatakan, jika beberapa hari ke depan intesitas hujan di wilayah Barsel terus berlangsung ditambah dengan hujan deras di sepanjang DAS Barito hingga bagian hulu, maka akan dipastikan daerah Barsel mengalami musibah banjir yang cukup parah, seperti pernah terjadi beberapa tahun lalu.
Ia berharap, jangan sampai musibah banjir seperti tahun 2004 lalu terulang kembali, karena sangat merugikan semua pihak, utamanya saudara kita yang bermukim di sepanjang bantaran DAS Barito.
“Untuk itu hendaknya pemerintah daerah agar siap siaga mengantisipasi lebih dini, secara khusus terkait dengan bantuan sembilan bahan pokok (sembako) dan keperluan lainnya. Demikian juga kepada masyarakat untuk lebih bersiap-siap menghadapi musibah banjir ini, terkhusus kepada saudara kita yang bermukum di sepanjang DAS Barito,” kata Amah Diang. c-kar/c-pea/c-lis





