Hukrim

Waria Ditemukan Tak Bernyawa di Tribun Sanaman Mantikei

32
×

Waria Ditemukan Tak Bernyawa di Tribun Sanaman Mantikei

Sebarkan artikel ini
Waria Ditemukan Tak Bernyawa di Tribun Sanaman Mantikei
TEWAS-Jenazah waria yang ditemukan di tribun Sanaman Mantikei saat menjalani pemeriksaan di ruang Kamboja RSUD Doris Sylvanus. TABENGAN/ADE

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Warga Jalan Ahmad Yani, komplek pertokoan Flamboyan, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, digegerkan dengan penemuan sesosok wanita pria (Waria) di tribun lama lapangan voli Sanaman Mantikei. Kamis (8/5).

Korban diketahui bernama MI alias RI (57)  yang sebelumnya merupakan warga Flamboyan Bawah, namun dalam beberapa waktu terakhir tidur di pos jaga depan gedung Tambun Bungai.

Saksi mata ditempat kejadian Chandra Handayani (57), mengatakan korban sebelumnya tidur dipos jaga namun sebelum menemui ajalnya, tiba-tiba berpindah tempat ke tribun lapangan voli yang berada di samping.

“Dia biasa tidur di pos itu, mungkin ada firasat yang tidak enak, supaya orang pada tahu jadi berpindah ke sini di tempat yang terbuka,” ujarnya.

Selain itu, sekitar satu minggu yang lalu korban mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kepala bagian pelipis mata luka robek dan luka dibagian kaki, korban juga sempat mengeluhkan kepalanya yang sakit.

“Dia habis ditabrak orang, dikakinya ada bekas luka karena ditabrak orang katanya. Pokoknya mungkin menahan sakit itu atau infeksi tidak tahu juga, korban tidak bisa mengangkat kepalanya bahkan mengangkat bantal saja susah,” jelasnya.

Chandra menerangkan jika korban hidup sebatangkara di Palangka Raya. Sempat menyewa barak untuk tinggal, namun korban kemungkinan tidak memiliki uang dan memutuskan tinggal di pos jaga.

“Dia berasal dari Anjir Sarapat, Kapuas, tidak memiliki keluarga disini, orang tuanya juga sudah meninggal, dulu pernah nyewa barak tapi entah sepi job jadi tidak bisa bayar barak,” tuturnya.

Peristiwa penemuan mayat tersebut segera ditangani Polsek Pahandut dan tim Inafis Polresta Palangka Raya. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Doris Sylvanus untuk menjalani visum et repertum.

Sementara dokter forensik Ricka Brilianty, menerangkan korban meninggal karena penyakit yang dideritanya. “Tidak ada tanda kekerasan, meninggal dunia karena penyakit yang diderita saja,” pungkasnya. fwa