PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Dalam rangka mengantisipasi dan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya terus melakukan berbagai persiapan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi melalui Kepala Sub Bidang Kesiapsiagaan Balap Sipet, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
“Persiapan yang sedang kami lakukan saat ini, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pemantauan melalui aplikasi Perisai, serta patroli rutin di kawasan yang rawan terjadi karhutla,” ujarnya saat diwawancarai Tabengan, Rabu (14/5).
Lebih lanjut, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), serta relawan di lapangan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan respon cepat terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Selain posko utama di kantor BPBD Kota Palangka Raya, BPBD juga telah menyiagakan enam pos lapangan (poslap) yang tersebar di wilayah-wilayah strategis. Poslap tersebut berada di Kelurahan Tangkiling, Tumbang Tahai, Marang, Tanjung Pinang, Kalampangan, dan Kameloh Baru.
“Poslap ini bertujuan untuk mempercepat respons dan memudahkan koordinasi saat terjadi karhutla. Masing-masing pos dilengkapi dengan personel serta peralatan dasar pemadaman,” jelasnya.
Kemudian, Balap juga mengimbau ke masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu penyebab atau terjadinya kebakaran.
“Dilarang keras melakukan pembakaran hutan dan lahan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan hindari praktik membuka lahan dengan cara membakar. Jangan pula meninggalkan api di kawasan hutan maupun lahan,” imbaunya.
Langkah-langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya serius dalam mencegah bencana karhutla yang kerap terjadi di musim kemarau, serta untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup di Kota Palangka Raya. dte





