PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya menyatakan bahwa hingga akhir Mei 2025, wilayah setempat masih bebas dari titik panas (hotspot). Namun, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan tidak lengah, mengingat musim kemarau diprediksi akan segera tiba.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satria Budi, mengungkapkan bahwa belum adanya hotspot sejauh ini disebabkan oleh curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Kota Palangka Raya.
“Sampai saat ini hotspot masih nihil, belum ada laporan dari teman-teman di lapangan. Curah hujan masih tinggi, jadi kondisi masih aman,” ujarnya kepada Tabengan, Senin (26/5).
Meski demikian, pihaknya berkoordinasi dengan Wali Kota Palangka Raya dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan dimulai pada bulan Juni hingga Juli.
“Kami sudah mengajukan data dari BMKG ke Wali Kota sebagai dasar kesiapsiagaan. Otomatis kami sudah mulai bersiap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” tambahnya.
Tidak hanya itu, ia juga mendorong seluruh instansi, dari OPD hingga pemerintah desa dan kelurahan, untuk meningkatkan kesiapan secara mandiri.
“Secara internal, masing-masing OPD, dinas daerah, kelurahan, desa, termasuk BPBD dan para relawan sudah aktif melakukan persiapan,” katanya.
Sebagai upaya memperkuat koordinasi di lapangan, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya juga telah membentuk Forum Peduli Api. Forum ini menjadi wadah bagi para relawan kebencanaan dan pemadam kebakaran untuk saling bersinergi.
“Forum ini merupakan inisiatif dari Pak Wali Kota sebagai wadah silaturahmi dan koordinasi antarrelawan serta instansi terkait dalam penanganan kebakaran maupun bencana lainnya,” jelasnya.
Menghadapi musim kemarau yang segera datang, Hendrikus mengimbau seluruh warga Palangka Raya untuk tidak melakukan pembakaran lahan dengan cara membakar, serta turut menjaga lingkungan masing-masing agar terhindar dari potensi kebakaran.
“Kami minta masyarakat untuk tidak membakar lahan atau sampah secara sembarangan. Jika melihat kebakaran atau titik api, segera laporkan Call Center 112 atau petugas terdekat,” tegasnya.
Ia juga mengajak warga untuk turut serta menjadi bagian dari upaya pencegahan karhutla, baik melalui edukasi, kesadaran lingkungan, maupun partisipasi dalam forum-forum kebencanaan.
“Kita semua bertanggung jawab menjaga kota ini. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi,” tutupnya. dte





