Hukrim

Sesama Pedagang Ayam Potong di Sampit Ribut

23
×

Sesama Pedagang Ayam Potong di Sampit Ribut

Sebarkan artikel ini
Sesama Pedagang Ayam Potong di Sampit Ribut
PROTES-Sejumlah pedagang ayam ras potong di kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ribut dengan sesama pedagang ayam di wilayah itu, Selasa (27/5).

SAMPIT-TABENGAN.CO.ID Sejumlah pedagang ayam ras potong di kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bentrok dengan sesama pedagang ayam di wilayah itu, Selasa (27/5). Pedagang ayam ras potong protes menggelar lapaknya di tengah jalan menuju pasar keramat Sampit sebagai bentuk protes pihaknya terhadap para pedagang ayam potong lain yang berjualan di pinggir jalan dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga di pasar. Harga ayam potong yang dijual di pasar dibanderol Rp30 ribu sementara harga ayam yang dijual di luar pasar Rp 25 ribu perkilogram.

Sari salah satu warga menjelaskan jika ketegangan antara pedagang ayam itu terjadi sekitar pukul 07.00WIB dimana sejumlah pedagang ayam di pasar keramat Sampit protes dengan membawa barang dagangan dan lapak mereka dengan berjualan di tengah jalan yang masih masuk kawasan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang itu.

“Bentuk protes mereka seperti itu mereka berjualan di tengah jalan sehingga sempat mengganggu jalannya lalu lintas,” ujarnya.

Ketegangan tersebut mulai mereda ketika Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah datang dan menenangkan warga.

Dikatakan Irpansyah, kronologi awalnya karena adanya beberapa pedagang ayam potong yang membuka lapak di area inhutani dan membuka tempat untuk berdagang ayam potong.

“Itu sudah tiga hari yg lalu dan untuk mencegah agar lokasi tersebut tidak menjamur para pedagang seperti pedagang sayur, maka lapak-lapak yang sudah ada tersebut kami tertibkan dan kami larang untuk berjualan di lokasi seputaran taman,” tegasnya.

Selain itu pihaknya juga menyarankan agar pedagang yang baru untuk berjualan di tempat yang sudah ditentukan seperti di pasar keramat

“Jadi pada intinya kami pihak Kecamatan menertibkan sebelum lokasi tersebut semakin banyak pedagang yang bisa berakibat terganggunya arus lalu lintas dan bahkan ada yang berjualan di tengah jalan, maka itu lah sebabnya kami tertib kan sebelum terlanjur semakin banyak pedagang di lokasi tersebut,” terangnya.

Permasalahan tersebut menurut Irpansyah rencananya akan dimusyawarahkan oleh instansi terkait yakni Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim pada Rabu (28/5) c-may