PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Insiden tragis yang menewaskan seorang driver ojek online di Jalan Adonis Samad pada Jumat (20/6), diduga akibat aksi balap liar, mendapat perhatian serius dari Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak akan memberikan toleransi bagi pelaku balapan liar yang mengganggu ketertiban umum.
“Kemarin malam kan sebenarnya ada gelar pasukan. Itu salah satu tindakan dan komitmen kami. Kalau sudah mengganggu ketertiban umum, itu tidak ada keringanan lagi,” tegasnya, Senin (23/6).
Fairid menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah konkret dengan menggelar pasukan gabungan yang melibatkan Polresta, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Langkah ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memberantas aksi balap liar yang sudah berulang kali terjadi dan meresahkan masyarakat.
“Tidak ada toleransi, dan terus kami akan mengupayakan. Saya langsung berkoordinasi kemarin yang turunkan dari Poresta, Dishub, dan satpol pp, itu yang paling penting kita berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan aksi ugal-ugalan di jalanan.
“Kepada pada seluruh warga, perlu diingat itu tidak boleh. Saya mengatakan sudah cukup hentikan. Jangan sampai ada korban-korban yang lebih lanjut, kami pasti akan menindak tegas,” jelas Fairid.
Fairid yang dikenal sebagai penggiat otomotif menambahkan bahwa Palangka Raya sudah memiliki fasilitas dan event resmi bagi para pencinta kecepatan.
“Kalau ingin jadi pembalap, jalurnya ada. Kita punya sirkuit dan event resmi. Tidak ada atlet berprestasi yang lahir dari jalanan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh hobi, termasuk otomotif, harus dilakukan di tempat yang sesuai dan mengikuti aturan. Dengan kejadian ini, pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen penuh menciptakan rasa aman bagi masyarakat serta menindak tegas pelanggaran hukum di jalan raya. nws





