*Kapolres: Nakhoda Kapal Diamankan
MUARA TEWEH/TABENGAN.CO.ID – Dua dari tiga korban kecelakaan air tragis yang terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, tepatnya di tikungan Sentuyun, Desa Luwe Hulu, Barito Utara (Barut) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Kecelakaan yang melibatkan tongkang pengangkut minyak Jamborata dan taksi air Black Cobra itu terjadi pada Selasa (8/7).
Dua korban yang telah ditemukan adalah Rustam Nawawi (49) dan Suriansyah (62). Keduanya ditemukan Tim SAR Gabungan pada Kamis (10/7) pagi sekitar pukul 07.10 WIB di perairan Desa Mukut, Kecamatan Lahei, atau sekitar 6,5 kilometer dari titik kejadian perkara (TKP).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Palangka Raya AA Agung Alit Supartana, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), memimpin langsung proses pencarian korban.
“Pagi ini kita menemukan dua korban atas nama Rustam dan Suriansyah. Satu korban lainnya atas nama Agus Jaya, masih dalam proses pencarian,” ujar Agung.
Senada, Kepala Satpolair Polres Barut AKP Wahidin mengatakan, setelah ditemukan jenazah kedua korban dibawa ke Posko SAR Gabungan dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Muara Teweh untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Ia turut memastikan pencarian korban ketiga akan terus dilanjutkan hingga maksimal tujuh hari sesuai prosedur operasi pencarian orang hilang.
“Kami masih terus melakukan pencarian. Harapan kami, korban terakhir dapat segera ditemukan. Ini merupakan kolaborasi lintas instansi yang terus kami upayakan secara maksimal,” ujar Wahidin.
Sebelumnya, Kabid Perhubungan Sungai dan Penyeberangan Dishub Barut, Agus Wahyudi Nugroho mengonfirmasi bahwa tongkang Jamborata beserta tugboat penariknya telah diminta untuk berhenti berlayar sementara waktu. Hal ini dilakukan guna mendukung kelancaran proses penyelidikan kecelakaan.
“Tongkang tersebut kosong saat kecelakaan terjadi karena baru selesai membongkar BBM di salah satu perusahaan,” jelas Agus.
Menurut Agus, proses hukum terhadap tongkang Jamborata kini sudah ditangani oleh Polres Barut dan langkah selanjutnya berada di bawah kewenangan aparat penegak hukum.
Hingga saat ini upaya pencarian korban masih dilakukan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Palangka Raya, BPBD Barut, Ditpolair Polda Kalteng, Polres Barut, Polsek Lahei, Dishub Barut, Babinsa dan masyarakat sekitar.
Terpisah, Kapolres Barut AKBP Singgih Febiyanto saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini nakhoda kapal yang terlibat laka air sudah diamankan.
“Masih kita amankan pa,” ujar Kapolres Barut via WhatsApp, Kamis. c-old





