PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Puluhan warga dari Desa Karang Tunggal, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (21/7).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas tindakan PT Bumi Makmur Waskita (BMW) yang diduga melakukan penggusuran perkebunan mata pencaharian milik warga secara sepihak.
Dengan membawa berbagai spanduk dan poster, massa menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera turun menyelesaikan persoalan sengketa lahan yang dianggap merugikan warga. Beberapa spanduk bertuliskan “Masyarakat Desa Karang Tunggal Mencari Keadilan dan Mengecam PT BMW Yang Telah Merusak Kebun Masyarakat”.
Dalam orasinya, Tukaji, salah satu perwakilan masyarakat Desa Karang Tunggal, menyampaikan bahwa tindakan PT BMW tidak sesuai dengan aturan yang seharusnya dijalankan perusahaan.
“PT BMW bertindak tidak sesuai dengan aturan. Mereka berani menggusur lahan kami tanpa mengganti rugi, padahal kami memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) yang sah dan asli,” ucap Tukaji dalam orasinya.
Ia menambahkan, sebelum konflik ini mencuat, warga Desa Karang Tunggal tidak pernah mengalami persoalan terkait kepemilikan lahan. Namun sejak kehadiran PT BMW, muncul berbagai permasalahan yang dianggap merugikan masyarakat.
“Kami sudah pernah melakukan mediasi bersama pihak kelurahan dan kecamatan, namun tidak membuahkan hasil. Karena itulah hari ini kami hadir ke Kantor Gubernur untuk menyampaikan secara langsung aduan kami,” katanya.
Aksi damai ini mendapat perhatian dari Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalteng Katma F Dirun. Ia secara langsung menyambut baik kedatangan warga Karang Tunggal dan mengapresiasi penyampaian aspirasi secara tertib dan damai.
Sebagai tindak lanjut, Katma mengundang perwakilan warga untuk masuk dan berdiskusi di ruang Bajakah Kantor Gubernur. Diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal penyelesaian konflik antara warga dan pihak perusahaan.
Aksi damai ini berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan dan tetap dalam suasana kondusif. dte
Warga Karang Tunggal Tuntut PT BMW





