PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Tjilik Riwut memprakirakan cuaca di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) pada 24 hingga 31 Juli 2025 masih berpotensi diguyur hujan.
Prakirawan BMKG Tjilik Riwut, Renianata mengatakan, tekanan udara di wilayah Indonesia secara umum berkisar antara 1007 hingga 1013 hPa. Arah angin di bagian utara Indonesia cenderung bertiup dari Tenggara ke Barat Daya, sementara di bagian selatan, angin datang dari arah Timur menuju Selatan.
“Khusus untuk wilayah Kalteng, cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan, namun tetap terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan durasi singkat di beberapa wilayah,” ujarnya, Jumat (25/7).
Ia juga menerangkan, kondisi atmosfer secara umum yang terpantau menunjukkan kondisi cuaca di Kalteng umumnya cerah berawan. Namun, potensi hujan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang bisa saja terjadi.
“Suhu udara berkisar antara 23°C-34°C, dan kelembaban udara antara 55%-100%. Arah angin umumnya bertiup dari arah Timur-Barat daya dengan kecepatan berkisar antara 5-15 km/jam,” katanya.
BMKG mengingatkan bahwa secara umum Kalteng masih berada dalam kategori wilayah yang mengalami hujan.
“Daerah Palangka Raya, Pulang Pisau, Kapuas, Murung Raya, dan Barito Utara yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang,” terangnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang, termasuk potensi angin puting beliung.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah yang disebutkan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu,” pungkasnya. dte











