SAMPIT/TABENGAN.CO.ID – Operasi Patuh Telabang 2025 yang dilaksanakan selama 14 hari di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berlangsung aman dan lancar. Dalam operasi tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menindak sebanyak 599 pelanggar lalu lintas, baik melalui tilang manual maupun elektronik (ETLE).
Kasat Lantas Polres Kotim, AKP Heriyanto, mengungkapkan bahwa jumlah pelanggaran tahun ini mengalami peningkatan sekitar 18 persen dibandingkan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Telabang 2024.
“Mayoritas pelanggar adalah remaja berusia 17 hingga 25 tahun, namun terdapat pula pelanggar yang masih berusia di bawah 17 tahun,” ungkapnya, Selasa (29/7).
Jenis pelanggaran terbanyak adalah penggunaan knalpot brong, disusul oleh pengendara dan penumpang yang tidak menggunakan helm.
AKP Heriyanto menambahkan, Satlantas Polres Kotim juga secara rutin melakukan patroli dan penjagaan untuk mengantisipasi aksi balapan liar serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas.
“Melalui Operasi Patuh 2025, kami berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas semakin meningkat, serta angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan,” ujarnya.
Selama pelaksanaan operasi, tercatat terjadi dua kasus kecelakaan lalu lintas, masing-masing di wilayah Cempaka dan Water Contrad. Jumlah ini menurun dibandingkan 2024, yang mencatat enam kasus selama periode yang sama. c-may





