Hukrim

Rayakan Ultah, 2 Siswi SMP Tenggelam di Sungai Rungan

15
×

Rayakan Ultah, 2 Siswi SMP Tenggelam di Sungai Rungan

Sebarkan artikel ini
Rayakan Ultah, 2 Siswi SMP Tenggelam di Sungai Rungan
EVAKUASI- Kedua korban tenggelam di Sungai Rungan berhasil ditemukan masyarakat dan tim SAR gabungan, tak jauh dari lokasi. FOTO TABENGAN/ADE KURNIAWAN

PALANGKA RAYA/TABENGAN Suasana ceria 8 remaja putri yang tengah asyik merayakan hari ulang tahun salah satu temannya, sontak berubah mencekam. Pasalnya, hari bahagia itu tak disangka menjadi duka setelah 2 di antara 8 gadis itu tenggelam dan hanyut saat mandi di Sungai Rungan, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Sabtu (2/8) sekitar pukul 14.30 Wib.

‎‎Korban diketahui bernama Lira (14) warga Jalan Kiyai Haji Mochtar Kelurahan Bukit Tunggal, sedangkan korban lainnya Gisela (14) warga Jalan Danau Mare II Kelurahan Bukit Tunggal. Keduanya adalah siswi SMPN 9 Kota Palangka Raya.

‎‎Menurut keterangan Vira Yunia, salah satu teman korban, sebelum ke lokasi tempat tenggelamnya korban, mereka berkumpul makan bersama di wisata kuliner Kampung Lauk. Setelah itu yang sedang berulang tahun mengajak mereka semua untuk pergi ke gosong (pantai sungai) untuk mengambil momen foto bersama.

‎‎‎Setibanya di pinggiran sungai atau gosong, karena saat itu kondisi cuaca yang cukup panas menggoda mereka semua untuk menceburkan diri ke sungai untuk menyegarkan badan. Selain itu, kondisi sungai yang sedang surut juga membuat 8 remaja itu beramai-ramai menceburkan diri.

‎‎”Awal niatnya ke sini itu cuma foto-foto aja, karena hari panas kami nyemplung aja mandi di sungai, airnya surut juga jadi kami mandi berenang,” tutur Vira.

‎‎Sementara itu, Jesica yang juga merupakan salah satu teman korban menceritakan kronologis tenggelamnya 2 remaja putri tersebut. Dikatakan, sebelum tenggelamnya kedua korban, dua temannya yaitu Sabrina dan Gracia sempat dikira tenggelam, padahal keduanya hanya bercanda lantaran keduanya bisa berenang.

Namun, karena penasaran kedua korban lalu mengikuti ke tempat Sabrina dan Gracia sebelumnya. Diperkirakan, kedua korban terkena wilayah bagian yang dalam, sehingga keduanya hanyut dibawa arus sungai.

‎‎”Mereka Lira dan Gisel itu rencananya ingin menolong Sabrina dan Gracia yang dikira tenggelam, tapi mereka kaya sambil bercandaan gitu, tapi kan Gracia dan Sabrina bisa berenang. Kalo Lira dan Gisel ga bisa berenang, mereka berdua itu terakhir pegangan tangan, posisi aku lumayan dekat dengan mereka. Aku mau menolong mereka tidak bisa takut tenggelam juga di situ habis itu mereka hanyut, padahal sudah diperingatkan oleh Vira untuk naik ke daratan,” jelas Jesica.

‎‎Tragisnya, Lira dan Gisela diduga mengira bagian sungai tersebut masih dangkal, padahal cukup dalam dan memiliki arus yang kuat. Keduanya akhirnya terseret arus dan menghilang dari permukaan air.

‎‎Sementara warga sekitar dan orang-orang yang  tengah memancing di sekitar tenggelamnya korban sempat mendengar teriakan meminta tolong, namun hal itu disangka warga hanya candaan anak remaja yang sedang asyik berenang.

Setelah menghilangnya kedua korban warga baru menyadari permintaan tolong korban bukan candaan. Sebelumnya juga sempat ada perahu mesin (kelotok) yang mendekat ingin menolong kedua korban, namun korban keburu tenggelam.

‎‎Tim gabungan SAR, BPBD, Karhutla, BPK Swakarsa, Disdamkarmat Kota Palangka Raya dan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dan tim relawan yang mendapatkan laporan bahwa ada 2 remaja putri yang dikabarkan tenggelam, seluruh tim langsung merespons cepat menuju  ke tempat lokasi tenggelamnya korban, dibantu warga sekitar untuk melakukan pencarian terhadap kedua korban.

‎‎Setelah satu jam lamanya melakukan pencarian berkat kerja sama yang solid, akhirnya pencarian terhadap korban membuahkan hasil sekitar pukul 15.49 WIB. Dengan menggunakan pancing rawai akhirnya korban atas nama Gisela dapat ditemukan. Jasad korban ditemukan tidak jauh dari tempat pertama kali korban tenggelam  hanya berjarak sekitar 10 meter.

‎‎Tim berupaya melakukan pertolongan pertama untuk menyelamatkan nyawa Gisela namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Nyawa korban tetap tidak tertolong  dan dinyatakan meninggal dunia. Kemudian jenazah korban dibawa kerumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

‎‎Hingga hari sudah mulai gelap tim gabungan yang dibantu warga sekitar terus berupaya mencari keberadaan korban lainnya yaitu Lira.

‎‎Koordinator Call Center 112 Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Sucipto mengatakan, tim gabungan terus berupaya untuk melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, kondisi jalan yang cukup jauh untuk menuju lokasi tenggelamnya korban tidak menyurutkan semangat tim untuk terus melakukan pencarian.

‎‎”Banyak sekali kita tim gabungan bekerja sama untuk mencari korban, tadi pencarian terhadap korban sudah membuahkan hasil satu korban ditemukan yang bernama Gisela, kendala kita cuma akses jalan yang cukup jauh dan memasuki hutan untuk menuju ke lokasi kejadian dengan berjalan kaki ratusan meter,” jelas Sucipto.

‎‎Pencarian  terhadap korban atas nama Lira terus dilakukan, hingga akhirnya sekitar pukul 19.50 WIB jasad korban berhasil ditemukan yang juga tidak jauh dari lokasi kejadian. Saat tim gabungan menemukan tubuh Lira korban langsung  dinyatakan meninggal dunia, kemudian jasad korban langsung dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara.

Koordinator Lapangan Operasi SAR,  Jumiah  mengatakan, kedua korban yang dilaporkan menghilang dan tenggelam di Sungai Rungan Kelurahan Petuk Ketimpun akhirnya ditemukan, jasad kedua korban ditemukan tidak jauh dari lokasi tenggelamnya korban.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat berenang, atau beraktivitas di air, tetap gunakan peralatan renang seperti pelampung untuk memberikan pengaman ke diri kita.  “Terus berhati-hati dan selalu gunakan pelampung saat beraktivitas di air,” tutupnya. mak