PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Seorang warga di kawasan Jalan G. Obos XIV, Gang Puteri Malu, Kota Palangka Raya, harus dilarikan ke RSUD Doris Sylvanus setelah mengalami insiden tragis, diserang dan disengat ratusan lebah madu ketika tengah menebas lahan miliknya, Senin (8/9).
Korban yang saat itu sedang membersihkan lahan dipenuhi semak belukar dan pepohonan kayu, tidak menyadari adanya sarang lebah madu berukuran besar di area tersebut. Aktivitasnya memicu gerombolan lebah keluar dari sarang dan menyerang secara agresif hingga korban tidak berdaya.
Kondisi korban sempat pingsan karena dikerumuni ratusan lebah. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut akhirnya melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya melalui Call Center 112 untuk meminta pertolongan.
Koordinator Call Center 112 Sucipto, membenarkan adanya laporan darurat terkait serangan lebah yang menimpa seorang warga. Menurutnya, serangan terjadi secara tiba-tiba saat korban sedang beraktivitas di lahan.
“Peristiwa bermula saat korban membersihkan tanah yang ditumbuhi semak dan pepohonan kayu. Aktivitas tersebut memicu serangan lebah yang bersarang di lokasi,” ujarnya, Selasa (9/9).
Ia menambahkan, sebelum kejadian, tetangga korban telah memperingatkan adanya sarang lebah berukuran besar yang menempel di pepohonan di sekitar lahan tersebut. Namun, korban tetap melanjutkan pekerjaannya hingga akhirnya memicu serangan.
“Warga sekitar sempat berusaha menolong dengan membakar daun kelapa kering dan mengarahkan asapnya ke korban agar lebah menjauh, tetapi tidak membuahkan hasil,” katanya.
Dengan mengenakan perlengkapan alat pelindung diri (APD) lengkap, petugas langsung melakukan evakuasi dan segera dibawa menuju RSUD Doris Sylvanus untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Sucipto menuturkan, petugas tidak hanya mengevakuasi korban, tetapi juga melakukan penanganan lanjutan dengan mengamankan sarang lebah agar tidak kembali membahayakan masyarakat sekitar.
“Kami masih bekerja di lokasi untuk mensterilkan sarang lebah madu itu, agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban di kemudian hari,” jelasnya. dte





