-
Hukrim

POLEMIK JADI MAKMUR VS LEWU TAHETA-Yansen Binti: Jangan Bawa-bawa SARA

51
×

POLEMIK JADI MAKMUR VS LEWU TAHETA-Yansen Binti: Jangan Bawa-bawa SARA

Sebarkan artikel ini
Yansen Binti
-

PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Polemik sengketa lahan yang melibatkan 2 kelompok tani, yakni Kelompok Tani (Poktan) Jadi Makmur dengan Lewu Taheta makin panjang. Tidak saja berbicara urusan perdata, polemik ini justru memunculkan hal baru yakni membawa unsur SARA.

Ketua Umum Gerdayak, Yansen Binti, menegaskan, urusan polemik antar kedua kelompok tani itu, jangan dibawa-bawa ke unsur SARA. Tidak ada hubungan antara masalah tanah dengan SARA. Gerdayak akan terus mengawasi masalah ini, agar jangan sampai masuk pada unsur SARA.

“Saya tegaskan, masalah kelompok tani Jadi Makmur dengan Lewu Taheta, itu murni urusan pertanahan, tidak ada hubungannya dengan masalah SARA. Apabila memang itu masalah administrasi, silakan laporkan secara perdata. Apabila memang ada tindak pidananya, laporkan tindak pidananya,” tegas Yansen, saat menyampaikan tanggapannya terkait masalah tanah yang membawa SARA, Jumat (12/9) di Palangka Raya.

Yansen menambahkan, apabila memang dari salah satu pihak menilai adanya mafia tanah, maka dapat dilaporkan ke satgas mafia tanah, dengan disertai barang bukti. Silakan selesaikan semua itu secara hukum, jangan bawa-bawa SARA, itu sangat tidak tepat.

Dirinya menambahkan, Kalteng memegang teguh Falsafah Huma Betang, ini memberikan ruang yang sama bagi semua masyarakat untuk berada di Kalteng, dan berusaha di Kalteng sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurut Yansen, kejadian SARA di Kalteng cukup sekali terjadi, dan jangan sampai terjadi lagi. Jadi, barang siapa yang membawa SARA kedalam masalah antara Jadi Makmur dengan Lewu Taheta ini, Gerdayak akan mengambil langkah tegas.

Ia menyampaikan, dinamika masalah antara kedua kelompok tani ini akan terus dipantau, jangan sampai melebar terlalu jauh.ded

-
-
-