PALANGKA RAYA/TABENGAN.CO.ID – Aksi unik dilakukan warga Jalan Perintis Permai, Kota Palangka Raya, Minggu (9/11) pagi. Sebagai bentuk protes atas jalan lingkungan yang tak kunjung diperbaiki, mereka menanam pohon pisang di setiap lubang jalan.
Aksi ini menjadi simbol kekecewaan warga terhadap Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya yang dianggap belum memberi perhatian terhadap kondisi infrastruktur di kawasan tersebut.
Ketua RT 05 Jalan Perintis Permai, Supriyanto mengatakan, aksi itu merupakan inisiatif warga yang sudah lama mengeluhkan kondisi jalan rusak sejak 2019. Ia mengaku kerap didesak oleh warganya agar menyampaikan aspirasi ke pemerintah.
“Ini bentuk kekecewaan warga. Sudah lima tahun tidak ada perhatian, padahal kami di tengah kota. Jalannya rusak parah, sementara di tempat lain sudah bagus. Jadi warga menanam pisang sebagai bentuk protes,” ujarnya, Senin (10/11).
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak lama, pengerjaan terakhir berupa pengerasan jalan dilakukan pada akhir tahun 2019. Kemudian, lanjut Supriyanto, warga bahkan sering melakukan perbaikan seadanya dengan cara menimbun lubang secara gotong royong menggunakan dana hasil iuran masyarakat.
Namun, setelah aksi penanaman pohon pisang dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB, Pemko langsung merespons cepat. Pada pukul 14.00 WIB, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) bersama pihak kecamatan dan kelurahan turun untuk menindaklanjuti keluhan warga.
Supriyanto bersyukur Pemko cepat merespons aksi warga. Hasil pertemuan dengan Dinas Perkim dan pihak kecamatan dan kelurahan menghasilkan bahwa jalan tersebut akan masuk dalam anggaran tahun 2026, sehingga setelah pertemuan tersebut warga sepakat untuk kembali mencabut pohon pisang yang telah ditanam.
“Alhamdulillah, siangnya langsung ada tindak lanjut dari Perkim, Pak Lurah, Pak Camat. Kami rapat di kelurahan, hasilnya Pemko menjelaskan jalan sudah masuk dalam anggaran tahun 2026,” terang Supriyanto.
Meski demikian, warga berharap perbaikan dapat dilakukan lebih cepat. “Harapan kami jangan sampai menunggu 2026. Kalau bisa, segera dikerjakan tahun ini. Tapi kalau memang karena efisiensi anggaran, kami maklum. Yang penting benar-benar direalisasikan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini memastikan, pemerintah telah mencatat seluruh keluhan warga dan berkomitmen untuk memperbaiki jalan-jalan yang belum tersentuh pembangunan. Ia menegaskan, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama beberapa proyek infrastruktur belum bisa dilaksanakan secara bersamaan.
“Kita akan prioritaskan semua jalan yang saat ini belum terbangun. Itu komitmen dari Pak Wali Kota dan saya. Semua disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” ujarnya.
Achmad Zaini menambahkan, Pemko saat ini tengah menata anggaran agar program pembangunan berjalan efektif dan merata.
“Pak Wali memang fokus di beberapa tahun ke depan untuk penyelesaian infrastruktur, termasuk jalan dan drainase. Mohon kesabaran masyarakat, karena semua sudah didata oleh dinas terkait, khususnya Dinas PUPR dan Perkim. Mudah-mudahan di 2026 nanti bisa direalisasikan secara bertahap,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi partisipasi warga yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan mereka.
“Kami berterima kasih kepada warga yang telah berinisiatif menjaga lingkungan. Pemerintah pasti menindaklanjuti aspirasi masyarakat secara bertahap,” tutupnya. nws











