BENCANA ALAM

Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Kobar, 11 Jembatan Rusak Parah, 3.743 Kepala Keluarga Terdampak 

19
×

Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Kobar, 11 Jembatan Rusak Parah, 3.743 Kepala Keluarga Terdampak 

Sebarkan artikel ini
Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Kobar, 11 Jembatan Rusak Parah, 3.743 Kepala Keluarga Terdampak 
banjir

PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Akibat perubahan cuaca ekstrem, yang mengakibatkan curah hujan tinggi, berdampak meluapnya aliran sungai dan membanjiri tiga Kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat, akibat luapan air Sungai Arut maupun Lamandau sebanyak 3.743 Kepala Keluarga di tiga kecamatan terdampak banjir, Jumat (28/2).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Syahruni melalui Sekretaris BPBD Kobar Reneli mengatakan bahwa ketiga Kecamatan yang terdampak banjir pada Jumat (28/2) tepatnya pada pukul 19.55 WIB, meliputi Kecamatan Arut Selatan, Kotawaringin lama dan Kecamatan Arut Utara.

Reneli menjelaskan untuk Kecamatan Arut Selatan terjadi di Kelurahan Raja dengan jumlah Kepala Keluarga yang terdampak sebanyak 700 Kepala Keluarga atau 2.349 jiwa.

Sementara di Kecamatan Kotawaringin Lama, banjir pun merendam pemukiman warga yang ada di Kelurahan Kotawaringin Hilir dengan jumlah Kepala Keluarga sebannyak 1.236 kepala keluarga (3.734 jiwa) dan Kotawaringin Hulu sebanyak 740 Kepala Keluarga (2.185 jiwa) , selain itu juga banjir terjadi di empat 4 desa yakni Desa Ipuh Bangun Jaya ( 368 Kepala Keluarga), Lalang (111 Kepala Keluarga), Rungun (460 Kepala Keluarga) dan desa Kondang (133 Kepala Keluarga).

Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Kobar, 11 Jembatan Rusak Parah, 3.743 Kepala Keluarga Terdampak 
Pemantau debit air yang dilakukan BPBD setempat di sejumlah daerah, antisipasi banjir susulan

Sementara di Kecamatan Arut Utara, banjir pun menerjang desa Nanga Mua dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 233 , Desa Panahan 195 Kepala Keluarga, Desa Kerabu 198 Kepala Keluarga dan desa Riam sebanyak 109 Kepala Keluarga.

“Begitu menerima laporan atas kejadian banjir di tiga Kecamatan tersebut, Tim Reaksi Cepat BPBD Kobar langsung turun ke lapangan untuk melakukan Ground chek untuk melakukan pendataan dan melihat langsung kondisi dilapangan, serta mengimbau kepada masyarakat yang terdampak untuk tidak memaksakan diri tetap tinggal di rumah, jika tidak memungkinkan maka diharapkan untuk mengungsi,” ujar Reneli.

Tim TRC BPBD Kobar pun langsung menyalurkan bantuan yang butuhkan masyarakat yang terdampak banjir, seperti air bersih, karena akibat banjir sumur sumur terendam banjir, sehingga untuk kesehatan masyarakat maka di suplai air bersih.

Reneli mengatakan juga bencana yang terjadi mengakibatkan dampak pada masyarakat di Kabupaten Kobar antara lain, terganggunya aliran ekonomi, Terganggunya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, Terganggunya fungsi layanan pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, Terganggunya aksebelitas dan tranfortasi orang dan barang, Mengancam ketahanan pangan daerah dan juga berdampak pada terhambatnya pembangunan daerah.

Banjir Terjang Tiga Kecamatan di Kobar, 11 Jembatan Rusak Parah, 3.743 Kepala Keluarga Terdampak 
Pemantau debit air yang dilakukan BPBD setempat di sejumlah daerah, antisipasi banjir susulan

Reneli menjelaskan juga dampak dari bencana banjir tersebut jalan Kabupaten terendam dan material terkikis, sumur warga terendam sehingga krisis air bersih di Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kotawaringin hulu, Desa Desa Rungun, Desa Lalang, desa Kondang hamper sebulan lamanya.

Selain itu, rumah terendam diwilayah Kecamatan Kotawaringin Kotawaringin Lama, Kecamatan Arut Utara dan Kecamatan Arut selatan, banjir pun merendam akses Jalan tidak bisa dilalui sehingga warga harus menggunakan perahu untuk melakukan aktivitas keluar Desa.

Yang lebih memprihatinkan lagi, banjir merusak akses infrastruktur jembatan, seperti jembatan Beji Kecamatan Kotawaringi Lama Rusak akibat bencana banjir, Jembatan Lopo Kotawaringin Hilir, rusak akibat banjir bencana banjir, Jembatan Desa Ipuh Bangun Jaya 1, rusak akibat bencana banjir, Jembatan Desa Ipuh Bangun Jaya menuju Puskesmas, rusak akibat bencana banjir, Jembatan RT.4-RT.1 Desalpuh Bangun Jaya, rusak akibat bencana banjir, Jembatan Kelurahan pangkut, rusak akibat bencana banjir Jembatan Desa Penahan, rusak akibat bencana banjir dan jembatan Desa Kerabu, rusak akibat bencana banjir.

“Sangat penting dilaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Kotawaringin Barat, dalam rangka tetap berjalannya pelayanan publik terhadap masyarakat, karena keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala dalam pendanaan dan pelaksanaan kegiatan tersebut, maka perlu dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk membantu dan memberi dukungan Dana Hibah kepada Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat kegiatan pemulihan pasca bencana di Kabupaten Kotawaringin Barat,” beber Reneli. (Yulia)