PANGKALAN BUN/TABENGAN.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat, mencatat peristiwa bencana yang terjadi di bulan Maret 2025, dimana kejadian bencana setiap tahun selalu terjadi di wilayah Kobar seperti banjir, gelombang pasang, abrasi, cuaca ekstrim dan tanah longsor.
Bencana yang terjadi di sebabkan karena meningkatnya debit air Sungai Arut dan Sungai Lamandau pada bulan Maret 2025, bahkan di bulan Maret 2025, bencana terjadi tiga kali bencana menerjang 4 Kecamatan di Kobar diantaranya, Kecamatan Arut Selatan, Arut Utara, Kumai dan Kecamatan Pangkalan Banteng.
Kepala Pelaksana BPBD Kobar Syahruni melalui Sekretaris BPBD Reneli menyampaikan kejadian bencana di bulan Maret terjadi tiga kali kejadian yakni tanggal 12 Maret, 15 Maret dan 18 Maret. Selain merusak infrastruktur jalan , banjir dan abrasi pantai pun menyebabkan kerusakan pada 23 buah jembatan.

Reneli merincian kejadian bencana tanggal 12 Maret 2025, Melanda di Kecamatan Arut Selatan yang meliputi Desa Tanjung Terantang, dengan jumlah warga yang terdampak 412 Kepala Keluarga atau 1.210 Jiwa, kemudian desa Kumpai Batu Bawah dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 741 KK atau 2.300 jiwa. Dan banjir pun melanda Kecamatan Kecamatan Arut Utara, yang melanda Desa Naga Mua dengan jumlah warga yang terdampak 233 KK, atau sebanyak 730 Jiwa.
“Banjir yang terjadi pada Tanggal 12 Maret 2025 , pukul 06.19 wib, selain meredam pemukiman warga juga merusak dua buah jembatan yakni jembatan di desa Kumpai Batu Bawah dan desa Tanjung Terantang, kedua jembatan ini rusak berat karena tegerus arus deras,” kata Reneli .
Reneli menjelaskan, bencana banjir yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 15 Maret 2025, banjir menerjang tiga desa di Kecamatan Pangkalan Banteng, yang meliputi Desa Sungai Hijau, dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 850 KK atau 2.775 Jiwa, Desa Sungai Pakit jumlah warga terdampak sebanyak 729 KK atau 2.436 jiwa dan Desa Arga Mulia dengan jumlah warga yang terdampak sebanyak 594 KK atau 1.790 Jiwa

“Akibat banjir di Kecamatan Pangkalan Banteng pada tanggal 15 Maret 2025, selain merusak akses jalan Kabupaten juga merusak 3 buah jembatan, yakni di desa Arga Mulia sebuah jembatan rusak parah dan desa Sungai Pakit sebanyak 2 buah jembatan rusak berat akibat arus deras,” ujarnya.
Lanjut Reneli, akibat masih tingginya intensitas curah hujan di bulan Maret 2025, pada tanggal 18 Maret 2025, terjadi bencana banjir dan abrasi pantai , yang terjadi di dua Kecamatan yakni Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Kumai.
Untuk Kecamatan Arut Selatan, bencana banjir melanda kelurahan dan desa meliputi, Desa Natai Baru dengan jumlah warga yang terdampak 447 KK atau 1.420 Jiwa, Kelurahan Sidorejo warga yang terdampak sebanyak 741 KK atau 2.300 jiwa , Kelurahan Raja warga yang terdampak sebanyak 752 KK atau 2329 Jiwa, Kelurahan Mendawai warga yang terdampak sebanyak 4277 atau 12.002, Kelurahan Raja Sebrang jumlah warga yang terdampak 700 KK atau 2.349 Jiwa

Untuk Kecamatan Kumai, banjir menerjang Desa Sungai Sekonyer dengan jumlah warna yang terdampak sebanyak 101 KK atau 303 Jiwa, Desa Sungai Kapitan jumlah warga yang terdampak 2.252 KK atau 7.342 jiwa, Desa Kubu jumlah warga terdampak sebanyak 297 KK atau 4.347 Jiwa, Dersa Keraya, warga yang terdampak sebanyak 189 KK atau 577 Jiwa dan Desa Sebuai, jumlah warga terdampak sebanyak 228 KK atau 337 Jiwa.
Lanjut Reneli, banjir yang terjadi di Kecamatan Arut Selatan maupun kumai, selain merusak jalan Kabupaten dan material terkikis juga merusak Jembatan di Mendawai Sebrang menuju Kantor Lurah, akibat bencana banjir, Jembatan Sabilul Rosyad Mendawai Sebrang, Jembatan Raja Sebrang 1, Jembatan Titian Kayu Ulin Kelurahan Raja Sebrang dan Jembatan Titian Kayu Ulin Kelurahan Mendawai Sebrang.
“Banjir terjadi secara berulang ulang di lokasi yang sama menyebabkan kerusakan pada jembatan yang sebagian besar terbuat dari kayu,” ujar Reneli.
Pada setiap kejadian bencana, Reneli menjelaskan juga bahwa Tim TRC selalu cepat tanggap mendatangi lokasi bencana, melalukan investigasi, pendataan dan memberikan bantuan seperti air mineral kemasan dan untuk wilayah abrasi pantai di Kecamatan Kumai, BPBD Kobar memberikan bantuan pasir dalam karung untuk menahan gelombang. (Yulia)





